Sebuah Elegi di Sore Hari

Oleh: Lintang Fitriana

Ilustrasi: Widyana Rahayu
Ilustrasi: Widyana Rahayu

Dalam lorong yang kehilangan pagi,

seorang ibu mengayun langkah tanpa gizi,

menenteng pasar yang tak pernah penuh,

menyisakan harapan dalam anyaman bakul rotan.

 

Anaknya tumbuh bukan dari susu,

tapi, dari tangis dan sisa-sisa lauk semalam.

Ia mengeja dunia lewat debu,

menyerap ilmu dari angin yang mengajarkan menjadi manusia.

 

Rumah ini hanya batas antara tanah dan langit,

Genteng bocor dan langit yang lapang,

dinding jerami dan cerita yang dirajut luka,

lantai sejarah yang tak sempat dibaca negara.

 

Tiap malam, ayahnya pulang membawa lelah,

menggenggam hari yang ditukar dengan upah. 

Ia bicara pada tembok, soal harga beras, soal harga diri.

Ia diam pada anaknya, pada istrinya. 

 

Dan negeri ini berjalan gagah, makmur katanya.

Sementara perut-perut menunduk pada piring kosong.

Mereka bukan angka dalam laporan pejabat,

mereka hanya tulang yang menopang dusta pembangunan.

Editor: Andika Brilyan

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Tamasya Tempat Kakek

Oleh: Muhammad Robin Mubarok N Aduh! Gelap sekali. Tempat ini rasanya bergoyang-goyang. Aku baru sadar, ternyata…

Makhluk Halus bernama Kucing

Oleh: Hasna Nailah Ramadhani Ilustrasi: Dwi Melani Novitasari Sendirian membawaku pada ruang-ruang sunyi  Sepi senyap berdenyut…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan

Makhluk Halus bernama Kucing

Makhluk Halus bernama Kucing