Makhluk Halus bernama Kucing

Oleh: Hasna Nailah Ramadhani

Ilustrasi: Dwi Melani Novitasari

Sendirian membawaku pada ruang-ruang sunyi 

Sepi senyap berdenyut sepanjang arteri

Orang-orang membatu 

Segan mereka padaku

 

Aku melangkah dalam diam

Kalau suara bising kuda-kuda besi jalanan tak pernah redam

Telapak kakiku mengalir tak tahu arah

Sedang pundakku mengangkat berkilo-kilo semaian asa ibu dan ayah

 

Kulihat abu, hijau, biru, kecoklatan, terang, dan sendu pada netra-netranya

Mencoba tersenyum tanda aku tak berbahaya

“Hai,” ingin ku sapa mereka

Bingung, canggung, “maksudnya apa?” Katanya

 

Kucing-kucing iba

Mereka mendekat padaku memberi sapa

Meong meong bunyinya

Aku membisu terpaku dalam tanya

 

Akan tetapi kamu tahu hatiku meleleh dibuatnya

Kemarin rasanya bukan lagi apa-apa

Ruang-ruang itu kini menemukan gemanya 

Kucing-kucing penyelamat jiwa

Editor: Azmi Layaliya Nauro

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Oleh: Abida Fitratussawa Pagi datang dengan wajah pucat. Langkah kaki tetap berjalan di tengah hati yang…

Sebuah Elegi di Sore Hari

Oleh: Lintang Fitriana Dalam lorong yang kehilangan pagi, seorang ibu mengayun langkah tanpa gizi, menenteng pasar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan