Lidah Sembap di Kampung Halaman

Oleh: Muhammad Robin Mubarok N.

Ilustrasi: Widyana Rahayu
Ilustrasi: Widyana Rahayu

Jiwa-jiwa naif menanti hari itu.

Kening dan tetes-tetes air mata menyadur maaf umat manusia.

 

Lutut yang muda bertekuk takzim.

Tangan yang haru saling mengulum rindu.

Putra dan putri saatnya berpesta,

Kecuali wajah dengan rona menua.

 

Hari kemenangan bukan lagi euforia.

Jaka dan dara pasrah didakwa.

 

Terkecap-kecap bibir yang keriput.

Memaksa insan menelanjangi kadar!

 

Jalan hidup semua disanding,

Lalu dicaci semua yang hina.

 

Suasana yang seharusnya suci,

Sekarang dinodai oleh penghakiman.

 

Lidah ini tengah sembap,

Bahkan di kampung halaman tempatku pulang.

Editor: Andika Brilyan

 

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Demi Gelar

Oleh: Kania Nurma Gupita Bersama dia yang selalu di hati, Kopi hangat teman di malam sepi.…

Simfoni di Ambang Batas

Oleh: Dina Fitria Salsabila Di pelupuk matamu, euforia itu perlahan meluruh,  menjadi butiran keringat di atas…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Lidah Sembap di Kampung Halaman

Lidah Sembap di Kampung Halaman

Membaca Tak Lagi Sunyi: Pergeseran Gaya Literasi di Ruang Publik

Membaca Tak Lagi Sunyi: Pergeseran Gaya Literasi di Ruang Publik

Menyelami Horor Psikologis dalam The Witch (2015)

Menyelami Horor Psikologis dalam The Witch (2015)

Gemah Ripah Loh Jinawi: Kemeriahan Acara Lengger Bicara 2026

Gemah Ripah Loh Jinawi: Kemeriahan Acara Lengger Bicara 2026

Potret Massa Suarakan Tuntutan dalam Aksi Mimbar Bebas: Desak Mundur Prabowo-Gibran

Potret Massa Suarakan Tuntutan dalam Aksi Mimbar Bebas: Desak Mundur Prabowo-Gibran

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda