Gunung Slamet Waspada, PVMBG Menghimbau Masyarakat Tenang

Gunung Selamet (Wikipedia)
Gunung Selamet (Wikipedia)

PURWOKERTO-Berdasarkan pengamatan visual dan instrumental Pos Pengamatan Gunung Api Slamet di Gambuhan Pemalang, aktivitas Gunung Selamet terus menunjukkan peningkatan sejak Senin (10/3). Terhitung tanggal 10 Maret 2014 pukul 21:00 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengumumkan melalui www.vsi.esdm.go.id, status kegiatan Gunung Slamet dinaikkan dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II).

Selain media online yang mulai ramai memberitakan tentang naiknya status Gunung Slamet menjadi waspada, jejaring sosial Twitter pun ramai oleh kicauan para penggunanya. Sebut saja akun @bayuerlangga29 yang membaca berita tentang naiknya status Gunung Selamet di republica.co.id, ia berharap agar statusnya menjadi normal kembali. “Mudah2n cepet jadi normal lagi,” begitu ia menulis status di akun twitternya pukul 1.31 WIB (11/3). Serupa dengannya, akun Andi Mustofa di jejaring sosial Facebook juga mengatakan hal serupa. Ia mempublikasikan informasi dari www.vsi.esdm.go.id di lini masanya. ”Semoga turun ke normal lagi” tulisnya.

Peningkatan kegiatan Gunung Slamet ditandai oleh peningkatan jumlah Gempa Hembusan dan semakin tebal serta tinggi asap hembusan.”Bahwa dengan peningkatan kegempaan di Gunung Slamet maka pada 10 Maret 2014, pukul 21. 00 WIB status Slamet dinaikkan dari normal ke Waspada,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono kepada Harianjogja.com melalui pesan singkatnya. Selain itu, PVMBG juga menyarankan agar masyarakat tidak terpengaruh dengan isu-isu yang beredar sembari menunggu informasi yang valid dari pemerintah kabupaten setempat. (Nurhidayat/Sucipto)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Gemah Ripah Loh Jinawi: Kemeriahan Acara Lengger Bicara 2026

Penulis: Muhamad Ade Ravi Mengusung tema besar Gemah Ripah Loh Jinawi, perhelatan kebudayaan Lengger Bicara 2026…

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru