Oleh: Redaksi Skëtsa

Rasanya memang sulit dipercaya dan diterima akal jika hal ini terdengar di telinga kita. Sebagai mahasiswa yang setiap harinya selalu dihadapkan pada situasi yang mengharuskan untuk berfikir rasional, tentu hal ini akan terasa asing. Namun, di balik itu semua, ternyata ada satu sisi yang tidak terbayangkan sebelumnya. Suatu sisi kehidupan yang jauh dari alam kesadaran manusia. Para pertapa dan ahli metafisika menyebutnya sisi mistis. Dan itu pun terjadi di sekitar lingkungan dunia kampus kita. Tidak percaya?.
Giant, begitu panggilan akrabnya, 20 tahun, mahasiswa salah satu fakultas eksakta Unsoed, sempat menuturkan pengalaman mistiknya kepada Skëtsa. Berawal dari suatu malam, malam Jum’at tepatnya. Kala itu, sekelompok mahasiswa sedang praktikum mengamati perkembangan mikroorganisme di laboratorium fakultas.
Ketika sedang asyik-asyiknya memegang mikroskop, salah seorang dari mereka melihat sesosok tubuh putih berdiri tegak terbungkus kain kafan. Kontan saja si mahasiswa langsung berteriak dan berlari tak karuan. Dan yang lebih menghebohkan lagi, ternyata, sesosok putih berkain kafan ini pun dilihat mahasiswa lainnya. Tanра pikir panjang, semuanya ikut berlari keluar tanpa menghiraukan hasil pengamatan mereka yang jatuh berserakan di lantai.
Keesokan harinya, sosok yang menghebohkan Ini pun sempat dilihat seorang mahasiswi yang bernama Dewi, 20 tahun. Namun, karena tidak kuat melihat sosok tersebut yang berdiri kokoh di samping pintu masuk laboratorium, seketika itu juga Dewi shok dan terjatuh pingsan. Sejak saat itu, lebih kurang dua minggu lamanya tak ada seorang mahasiswa pun yang berani mampir ke laboratorium.
Pengalaman serupa juga pernah dituturkan pak Kasan, 45 tahun, salah seorang karyawan penjaga malam tetap di gedung fakultas Ekonomi Unsoed kepada Skëtsa. “Suatu malam sekitar pukul dua tengah malam, saya pernah melihat seorang perempuan berambut pendek lebih kurang sebahu, berpakaian ketat berwarna putih ala perawat dengan rok sebatas lutut di sekitar gedung S1 Ekstensi Ekonomi,” ungkapnya.
Malam itu, kata pak Kasan, ia baru saja hendak beranjak pindah ke ruangan jaganya di bawah tangga yang menuju gedung B1. Saat menoleh ke arah Barat, la tersentak melihat seorang perempuan berpakaian warna putih mirip perawat. Karena merasa penasaran ada perempuan keluyuran di malam. hari, seketika itu juga ia berusaha menghampiri sosok perempuan tersebut. Namun, siapa sangka. baru saja hendak didekati, perempuan itu sudah keburu pergi. Ketika dibuntuti terus dari belakang, akhirnya perempuan misterius itu menghilang di sekitar gedung F.
Selain itu, pernah di suatu malam pak Kasan mengalami hal aneh di tempat ruang jaganya. Ketika sedang tidur di atas tikar, tiba-tiba saja ia mendengar suara aneh tak dikenal di sebelah bawah kakinya. “Nek turu jo mujur Ngalor koyo wong mati wae. Ko ndak tak silet sikilmu (Kalau tidur jangan membujur ke Utara seperti orang mati saja. Nanti tak silet kakimu-red),” tutur pak Kasan menirukan suara aneh yang didengarnya itu kepada Skëtsa. Ternyata benar, tak lama kemudian pak Kasan merasakan perih di sekitar jari kaki kanannya. Saat terbangun, ia sudah mendapati jari kaki kanannya itu berdarah seperti terkena goresan silet. Benar-benar aneh.
Lain pula ceritanya bagi mahasiswa FISIP Unsoed. Selama ini mereka selalu dihebohkan dengan cerita seram yang ada di dalam kampus. Khususnya, bagi para aktivis kampus yang sering nongkrong bahkan tidur di sekretariat UKM. Hitung-hitung sebagai bumbu pengantar tidur nyenyak di malam hari.
Suatu malam, seusai mengikuti rapat Ospek tahun 1999 lalu, Isworo, 22 tahun, asyik nongkrong di dalam sekretariat Forum Mahasiswa Fisip (FMF) Unsoed. Entah sadar atau tidak, tiba-tiba di depan teras sekretariat tersebut muncul sesosok bayangan hitam berdiri tegak lurus tepat di depan matanya yang tidak begitu jelas rupa wajahnya. Hanya saja yang membuat Isworo bingung dan agak terkejut, semakin lama dipandang bayangan hitam tersebut semakin membesar. Untung saja, di tengah keterkejutannya ini muncul seorang teman yang langsung menyadarkannya. Namun, saat melirik lagi ke tempat semula, bayangan hitam yang telah membiusnya sudah tak terlihat, hilang ditelan kegelapan malam.
Cerita yang berbeda mengenai FISIP juga dituturkan Isworo kepada Sketsa. Tepatnya cerita tentang keunikan mistik yang ada di tiga sekretariat yang berada tepat di belakang ruang III Fisip Unsoed. “Kalau di sekre Sianak itu ada hantu yang biasa usil. Terkadang ikut nyanyi bareng teman-teman, dan terkadang juga bersiul sendirian. Bahkan di sekre Solidaritas itu ada lemari antik. Jika tidur di atasnya pasti yang tidur akan merasakan mimpi-mimpi yang unik. Begitu juga di sekre KMPA. Di sana ada sepotong matras yang pernah digunakan untuk mengangkut jenazah anggota KMPA yang meninggal dunia saat tersesat di Gunung Slamet. Kalau ada yang tidur di atasnya pasti akan mengalami mimpi seram,” tegasnya.
Memang dunia mistik itu tidak bisa kita pastikan keberadaannya. Namun, ia selalu mengusik kehidupan manusia setiap saat. Boleh tidak percaya kalau ada orang yang bercerita hal-hal aneh dan kita tidak pernah mengalaminya. Tapi yang pasti selain alam manusia masih ada alam lain diluar alam sadar manusia itu sendiri. Wallohu A’lam.
Arjuna (Didi, Cholid)






