Oleh: Nurul Irmah Agustina

Ilustrasi: Nurul Irmah Agustina
Ilustrasi: Nurul Irmah Agustina

Apa kau tau Misoginis? 

Si manusia rangkap bengis

Menguliti kulit-kulit berlumur nista

; yang peluk tiap lekuk tubuhnya

Si lidah picik mendesis najis

Si hati dungu berlagak tuna rungu 

dan rautnya menonton rupa wanita

—setajam belati terbungkus dusta.

 

Bukan aku sang penghina,

Alangkah pantas terhina, si penjilat dosa 

; dari tiap inci kaki pembawa surga

Terkikislah debu-debu neraka, lalu

; terbang ke arah manusia—pembenci wanita

Tuang setitik luka, tersibak setitik duka.

 

Apa terka kau tentang wanita?

Sang mesin persalinan? Jebrol satu-satu sampai mampus

Sang peracik dapur? Cincang sana-sini sampai putus

atau boneka ranjang? Kaku tiap detik sampai tandus.

 

Bersolek dianggap penggoda,

membisu dianggap lemah,

bersuara dianggap melawan.

Apa ada secuil validitas seorang wanita?

Nyalar tersangka sial, hanya sebab—

di dahinya terpampang label WANITA!

 

Sibaklah matamu aduhai dunia

Wanita dan pria manusia, sisi mana berbeda?

Tatap saja akalnya, di atas atau lingsir ke bawah

Misoginis serepih insan gila kewarasan

; serpihanmu tahu diri tuk lekang

Sebab sejuta wanita yang kauterka lemah

; kini berdiri dari kaki sendiri, di atas nalarmu.