Oleh: Monica Merlyna Puspitasari

Ilustrasi: Nurul Irmah Agustina
Ilustrasi: Nurul Irmah Agustina

“Kemanusiaan yang adil dan beradad”

“Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia” 

Serunya dengan lantang. 

Nyatanya hanya omong kosong belaka 

Bagaimana dengan kami?

Jangankan kekuasaan hartapun tak ada

 

Kami pun manusia 

memiliki hak yang sama 

Semua suara dibungkam dan dihilangkan 

tak ada celah untuk bersuara 

Kekuasaan seolah menjadi hal penting 

Bagaimana dengan kami?

orang-orang yang butuh tindakan bukan harapan?

 

Berdiri dengan harapan besar 

Bersandar pada omong kosong 

Isak tangis menggema

Ratapan penuh harap

Kalut…

tak dihiraukan

 

Sampai kapan? 

Sampai kapan kau hiraukan kami? 

Sampai kapan kau bisa peduli? 

Dikelabuhi perkataan manis 

yang tak kunjung usai

 

Gelak tawamu bergema diatas ratapan kami 

Disini, tepat jauh dibawah gemerlap duniamu

menunggu janji-janji manismu 

Berharap tanpa tau akan jadi apa 

“kami janji”

Katanya