Oleh: Monica Merlyna Puspitasari
“Kemanusiaan yang adil dan beradad”
“Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia”
Serunya dengan lantang.
Nyatanya hanya omong kosong belaka
Bagaimana dengan kami?
Jangankan kekuasaan hartapun tak ada
Kami pun manusia
memiliki hak yang sama
Semua suara dibungkam dan dihilangkan
tak ada celah untuk bersuara
Kekuasaan seolah menjadi hal penting
Bagaimana dengan kami?
orang-orang yang butuh tindakan bukan harapan?
Berdiri dengan harapan besar
Bersandar pada omong kosong
Isak tangis menggema
Ratapan penuh harap
Kalut…
tak dihiraukan
Sampai kapan?
Sampai kapan kau hiraukan kami?
Sampai kapan kau bisa peduli?
Dikelabuhi perkataan manis
yang tak kunjung usai
Gelak tawamu bergema diatas ratapan kami
Disini, tepat jauh dibawah gemerlap duniamu
menunggu janji-janji manismu
Berharap tanpa tau akan jadi apa
“kami janji”
Katanya






