Rektor Unsoed periode 2018-2022, Prof. Suwarto, menutup masa jabatannya dengan sebuah gebrakan kebijakan. Mulai awal tahun 2022, semua yang masuk ke wilayah Gelanggang Olahraga (GOR) Soesilo Soedarman harus memarkirkan kendaraannya di depan gedung LPPM Unsoed. Ini merupakan implikasi dari adanya Green Campus, sebuah kebijakan yang digadang-gadang menjadi langkah Unsoed dalam mewujudkan kampus yang asri, segar, dan tidak bising kendaraan.
Meski menurutnya kebijakan ini sudah direncanakan sejak tahun 2018, pada penerapannya justru cenderung terbilang dadakan. Tidak ada sosialisasi, tiba-tiba sudah dirantai semua akses ke lokasi. Hal ini turut berimbas pada fakultas di sekitarnya, yaitu Fikes dan FPIK. Mahasiswa di kedua fakultas tersebut juga diharuskan meninggalkan kendaraan mereka jauh dari ruang kelas ketika akan memasuki fakultasnya.
Belum rampung Prof. Suwarto mengendalikan arah kebijakan ini, mandat rektor beralih ke Prof. Sodiq. Meski begitu, Green Campus masih terus dilanjutkan, Bahkan, masuk ke dalam salah satu program yang dibawa oleh rektor baru tersebut.
Ketika ditemui oleh awak Skëtsa sebelum lengser, Prof. Suwarto mengatakan bahwa adanya Green Campus ini adalah bentuk dari penerapan Peraturan Rektor, yang merupakan turunan dari peraturan di atasnya. Sejauh pencarian kami, petunjuk yang diberikan akan peraturan yang dimaksud tersebut tidak merujuk pada peraturan mana pun.
Dari laman pusdokkum.unsoed.ac.id, tidak ditemukan peraturan detail mengenai Green Campus atau kegiatan lain yang berkaitan dengan penerapannya selama ini. Justru yang ada Peraturan Rektor Universitas Jenderal Soedirman No. 1 Tentang Kawasan Pelaksanaanan Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) di Area GOR. Di sini, terdapat perbedaan karena dalam peraturan tersebut, bebas kendaraan bermotor hanya terjadi pada Sabtu dan Minggu, sementara yang terjadi di awal 2022 adalah setiap hari.
Saat buletin ini dibuat, Green Campus sudah tidak terlihat diterapkan lagi. Rantai-rantai yang sebelumnya menghalangi akses kendaraan ke GOR, Fikes, dan FPIK kembali dibuka. Semua kendaraan bebas berlalu-lalang memasuki ketiga wilayah tersebut.
Firman, salah satu mahasiswa FPIK mengatakan bahwa ini telah berakhir sebelum bulan Juli 2022. Menurutnya, hal tersebut terjadi atas kesepakatan dekanat dengan mahasiswa FPIK. Namun, Isdi Sulistyo selaku Dekan FPIK berpendapat bahwa keputusan itu terjadi atas persetujuan dari rektorat. Begitu pun dengan Fikes, Green Campus sudah diberhentikan. Budi Aji selaku Wakil Dekan I Fikes mengatakan jika pemberhentian tersebut terjadi lantaran membludaknya kendaraan saat awal semester ganjil 2022. Hal ini juga diiyakan oleh Presbem Fikes, Rizqi.
Selama bulan April sampai Agustus 2022. kami melakukan survei untuk menanyakan pendapat mahasiswa Unsoed mengenai Green Campus. Dari 75 responden dan beberapa pertanyaan yang kami ajukan, sebagian besar cenderung memandang positif kebijakan ini. Namun, dengan beberapa catatan. Misalnya, kelengkapan fasilitas yang mendukung.
Saat dikonfirmasi terkait tidak terlihatnya penerapan Green Campus, Prof. Sodiq mengklaim bahwa Green Campus masih terus dijalankan, hanya ada beberapa yang terhambat. Sarana dan prasarana yang mendukung ia janjikan akan selesai akhir tahun ini. Namun, jika dilihat sekarang, satu-satunya kemajuan yang terlihat adalah jalanan yang sudah diperbaiki. Sisanya, seperti trotoar yang beratap dan Wifi sepanjang trotoar masih belum terlihat. Jika memang benar, maka tersisa satu bulan bagı Prof. Sodiq dan jajarannya untuk menunaikan hal ini.
Apabila kebijakan ini memang serius dan akan dilanjutkan, maka hendaknya semuanya dipersiapkan matang-matang. Penerapan awal yang terkesan buru-buru dan kurang persiapan seharusnya dapat menjadi pelajaran bagi yang melanjutkan. Apalah arti rencana yang muluk-muluk kalau pada faktanya tidak berjalan maksimal, bahkan tujuan yang sejak awal dijanjikan masih belum dapat dirasakan.
Kemudian, apabila memang benar-benar dilanjutkan maka sivitas akademika juga harus mulai membiasakan diri. Pembiasaan ini menjadi salah satu hambatan dalam penerapan Green Campus, setidaknya begitu menurut Prof. Sodiq. Tidak hanya mahasiswa, tetapi juga dosen dan staf lainnya.
Adanya Green Campus menunjukan kepedulian kampus akan kesehatan masyarakatnya. Oleh karena itu, perlu bagi mahasiswa sebagai salah satu warganya untuk terus mengawal “itikad baik” ini. Apalagi Green Campus ini rencananya juga akan diterapkan di semua fakultas. Jangan sampai, niat “mulia” yang Unsoed lakukan kembali mangkrak seperti niat-niat yang lain. Sudah cukup satu tahun belakangan kita semua melihat ketidakjelasan yang terjadi.
Selanjutnya, untuk kita semua. Selesaikan apa yang sudah dimulai. Kawal terus apa yang sudah dijanjikan.
– Pemimpin Redaksi –
Tulisan ini adalah sikap Redaksı LPM Skëtsa. Pembaca yang cerdas harus paham jika pers boleh dan harus berpihak pada situasi tertentu.







