Portal Informasi Ilmu Politik Unsoed Dibajak

Portal informasi Ilmu Politik yang dibajak. Foto: Reza Adum Kurnia Praja
Portal informasi Ilmu Politik yang dibajak. Foto: Reza Adum Kurnia Praja

Oleh: Reza Adum Kurnia Praja, Fajrin Hidayat

Website Jurusan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman diketahui telah dibajak (hacked). Ketika membuka laman http://politik.fisip.unsoed.ac.id/ yang muncul bukanlah informasi tentang Jurusan Ilmu Politik FISIP Unsoed, melainkan tulisan “Hacked By Sream4.0.4”. Menurut Kepala Bagian Sub Perencanaan dan Sistem Informasi FISIP Diani Astuti hal tersebut sering terjadi di FISIP. “Website FISIP memang sering di-hack. Tidak hanya website politik, bahkan jurusan lain di FISIP juga sering mengalaminya,” ungkap Diani.

Ketika mengetahui website politik mengalami eror akibat dibajak, Diani langsung melapor ke Lembaga Pengembangan Teknologi  dan Sistem Informasi (LPTSI) Unsoed agar website tersebut bisa pulih kembali. “Kami langsung melapor kepada LPTSI selaku lembaga pusat. Tugas kami mengumpulkan data-data mahasiswa dan membuat laporan. Jadi masalah seperti itu akan diatasi oleh LPTSI,” ujar Diani.

Menurut Ketua LPTSI Wardhana Suryapratama, website tersebut dibajak karena tidak ada pembaruan yang dilakukan pada website tersebut. “Website tersebut dihack karena databasenya tidak diupdate. Para hacker menjadi mudah menghack website jika databasenya tidak diupdate,” ujar profesor yang juga mengajar di Fakultas Peternakan Unsoed.

Ia menambahkan bahwa para hacker menciptakan suatu kondisi di mana kemampuan di web itu menjadi penuh sehingga orang lain tidak bisa mengakses website itu. Oleh karena itu, admin harus rajin meng-update isi website . Lanjutnya, untuk memulihkan website yang di-hack tergantung dari kekuatan hackernya, biasanya dalam waktu satu hari satu malam website dapat dipulihkan.

Menurutnya yang membajak website biasanya berasal dari luar negeri, namun yang paling sering berasal dari Singapura. “Hacker berasal dari luar negeri seperti Jerman, Singapura, dan Cina,” ujarnya. Namun, seperti yang tertera pada tampilan website Ilmu Politik, diketahui bahwa pembajak beridentitas Scream 404 yang diduga berasal dari Surabaya. Sampai saat ini belum ada konfirmasi lebih lanjut dari Scream 404.

Sementara itu, Gabriel, mahasiswa Ilmu Politik mengaku tidak tahu bahwa website politik dibajak. “Saya malah baru tahu kalau website Ilmu Politik dibajak karena saya setiap hari sibuk mengerjakan tugas. Jadi saya jarang mengakses website jurusan saya sendiri,” ujarnya. Hal serupa juga diutarakan oleh Wawan. “Saya sama sekali tidak tahu website Ilmu Politik dibajak. Saya pribadi jarang mengakses website ilmu politik,”ujar Wawan.

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Mempersoalkan Masifnya Penggunaan Kecerdasan Buatan di Lingkungan Kampus dalam Karya Visual

Penulis: Widyana Rahayu Mahasiswa kini menghadapi perasaan dilema setelah masifnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) terutama dalam…

Ilusi Transparansi Informasi dan Pembungkaman di Era Informatika

Oleh: Andika Brilyan Pada kurun waktu April hingga Mei 2026, sebuah ironi yang amat getir sedang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Ratap Rakyat di Bawah Tirani

Ratap Rakyat di Bawah Tirani

Mempersoalkan Masifnya Penggunaan Kecerdasan Buatan di Lingkungan Kampus dalam Karya Visual

Mempersoalkan Masifnya Penggunaan Kecerdasan Buatan di Lingkungan Kampus dalam Karya Visual

Ilusi Transparansi Informasi dan Pembungkaman di Era Informatika

Ilusi Transparansi Informasi dan Pembungkaman di Era Informatika

Problematika Penanganan Korban Kekerasan Seksual di Banyumas: Ketika Perlindungan Belum Sepenuhnya Terasa

Problematika Penanganan Korban Kekerasan Seksual di Banyumas: Ketika Perlindungan Belum Sepenuhnya Terasa

Sumpah Pemuda: Romantisme 1928, Krisis Lapangan Kerja, dan Apatisme Digital

Sumpah Pemuda: Romantisme 1928, Krisis Lapangan Kerja, dan Apatisme Digital

Kilas Balik Aksi Tuntutan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kilas Balik Aksi Tuntutan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran