Temu TEMAN (Teater Mahasiswa Nusantara) X

30temuteman“Ammaaaaazing……..!!!!” itulah sebuah ungkapan yang disampaikan salah satu peserta temu teman dari Jember, menirukan logat Tukul Arwana saat memandu acara talkshow-nya,dan terus diulang sepanjang penampilannya. Mungkin inilah kesan yang dirasakan olehnya terhadap acara tahunan ini, bahkan dirasakan oleh semua peserta yang hadir dari seantero Nusantara, terlihat ketika semua peserta larut dan menikmati rangkaian acara penutupan digelar.

Penampilan demi penampilan digelar, masing-masing daerah menampilkan seni kebudayaannya asal masing-masing . Tidak hanya menampilkan teater saja, tetapi jug menampilkan kolaborasi apik berbagai seni, baik puisi, musik, perkusi dan lainnya. Semuanya ditampilkan dalam racikan penampilan yang pas sehingga menyajikan penampilan yang sangat jauh dari kesan komersial, juga sangat idealis.

Seperti tak mau kalah dengan peserta yang lain, tuan rumah Purwokerto menampilkan sebuah kesenian khas Banyumas yaitu begalan, pertunjukan ini dikemas dengan diawali menjelaskan apa itu begalan pada peserta, pada penampilannya pun tidak kalah mengundang tawa para peserta dimana kedua pelakon begalan ini menggunakan bahasa Banyumas kowek yang kemudian diterjemahkan dengan bahasa Indonesia ngapak. Peserta tentunya tiada henti-hentinya tertawa terbahak-bahak hingga berakhirnya penampilan ini peserta berebutan alat-alat yang dibawa pada prosesi begalan ini dibawah panggung.

Prosesi Penutupan Temu TEMAN X yang berlangsung kurang lebih satu minggu ini (9-15/7) ditutup dengan penampilan band reagge LODSE dan band Kroncong Mbeling asal Purwokerto yang kembali melarutkan peserta dalam goyangan mengiringi alunan lagu reagge dan keroncong. Akhirnya ketua panitia menyampaikan pesan kesan terhadap acara kali ini dan beberapa ucapan terima kasih atas kehadiran semua teman-teman se-Nusantara dan mengumumkan tuan rumah Temu TEMAN XI adalah kota Medan. Meski acara telah ditutup, namun penampilan unik dan apik masih terus disuguhkan para peserta hingga dini hari dan acara terakhir teman-teman diajak berwisata ke Baturaden yang menjadi salah satu ikon Banyumas. (Syarif)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Mahasiswa Serukan Evaluasi Kepemimpinan Rektor dalam Agenda Ngopi Bareng

Penulis: Lovely Mozza Permata Moty Nurhamidin Seruan bertajuk “Ngopi Bareng Rektor” digelar pada Jumat (5/6/2026) di…

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Penulis: Farah Fauziah Sosialisasi KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) periode Juli–Agustus 2026 memicu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Keheningan

Keheningan

Mahasiswa Serukan Evaluasi Kepemimpinan Rektor dalam Agenda Ngopi Bareng

Mahasiswa Serukan Evaluasi Kepemimpinan Rektor dalam Agenda Ngopi Bareng

Atas dan Bawah

Atas dan Bawah

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Meredam Dampak Kenaikan Harga BBM

Meredam Dampak Kenaikan Harga BBM

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata