Kalisalak, Desa Adat nan Kental Unsur Kebudayaan

Kegiatan Jamasan
Kegiatan Jamasan

Warga Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen menggelar pesta rakyat. Berbagai pentas kesenian digelar di desa ini. Pesta digelar dalam rangka ditetapkannya Kalisalak sebagai salah satu dari lima desa adat di Banyumas, Sabtu (29/10) lalu.

Empat desa lain yang juga menjadi desa adat karena kuatnya unsur kebudayaan yang dimiliki, yaitu Desa Cikakak (Kecamatan Wangon), Desa Gerduren (Kecamatan Purwojati), Desa Pekuncen (Kecamatan Jatilawang), dan Desa Pasir Wetan (Kecamatan Karanglewas).

Desa Kalisalak memiliki berbagai kelompok seni Budaya Banyumasan. Kelompok-kelompok ini seringkali mengadakan pementasan di berbagai acara, baik dalam lingkup antar kampung maupun pementasan di tingkat nasional.

Sejauh pengamatan Sketsa, Unsoed pun seringkali mengundang kelompok asal Desa Kalisalak untuk berbagai acara, antara lain kesenian wayang kulit saat perayaan Dies Natalies 6 Windu Unsoed di Auditorium, dan pementasan buncisan yang diselenggarakan dalam rangka praktikum komunikasi tradisional.

Fita Marlina, warga asli Desa Kalisalak, yang juga Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Unsoed, mengungkapkan, “Merupakan kebanggaan tersendiri, desaku punya adat yang khas dan beda dari desa adat yang lainnya. Karena keunikannya, sudah selayaknya diangkat jadi desa adat.”

Selain banyaknya kelompok seni Banyumasan, poin utama terpilihnya Desa Kalisalak sebagai desa adat, karena desa ini memiliki tradisi Jamasan. Jamasan adalah upacara penyucian atau pembersihan berbagai benda peninggalan Sunan Amangkurat I asal Kerajaan Mataram. Peninggalan benda sejarah tersebut antara lain senjata perang, bahan pakaian, dan naskah pustaka bertulis Bahasa Jawa, Arab, Cina, juga Jepang.

”Lha yang sekarang menjadi tugas saya, itu merawat agar ini bersih, setiap bulan maulud, diharapkan dengan even penjamasan dibulan maulud, semangat kelahiran (Nabi Muhamad) itu akan selalu muncul. Jadi barangnya bersih, diharapkan yang menjamas juga bersih, keluarganya bersih, warganya bersih ke areal yang besar negaranya ikut bersih,” ungkap Bachtiar, salah seorang pewaris keluarga kerajaan.

Dalam seremoni penetapan desa adat, diadakan “Bimbingan Teknis Penjamasan Tosan Aji”. Sekitar dua puluh orang keturunan Amangkurat, serta tamu undangan dari paguyuban jimatan. Mereka berkumpul mengenakan pakaian adat Jawa lengkap. Acara digelar di pelataran rumah samping rumah ponggok (rumah tempat penyimpanan benda-benda pusaka).

Prosesi penjamasan diawali menyanyikan tembang macapatan yang berisi awal mula adanya tradisi penjamasan di Desa Kalisalak. Jamasan yang diperagakan, ialah menjamas keris. Keris yang telah direndam di dalam air kelapa selama dua minggu, kemudian digosok dengan jeruk bayi, lalu disikat searah dari pangkal hingga ujung keris. Selanjutnya keris direndam lagi di air kelapa selama dua minggu. (Dyan/Ina/Ratna/Martin)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Gemah Ripah Loh Jinawi: Kemeriahan Acara Lengger Bicara 2026

Penulis: Muhamad Ade Ravi Mengusung tema besar Gemah Ripah Loh Jinawi, perhelatan kebudayaan Lengger Bicara 2026…

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru