Dalam Proses, Program Studi Jepang

PURWOKERTO-Program studi Jepang saat ini sedang dalam proses, begitu pula dengan hubungan internasional. Hal ini disampaikan oleh Drs. Muslihudin, M.Si dalam seminar nasional Japan Foundation Public Lecture, Rabu (10/3).

Dalam sambutanya, Dekan Fisip ini berharap ada kerja sama yang lebih konkrit dengan Japan Foundation. Karena melihat Program Studi D3 Bahasa Mandarin yang telah memiliki linkkuat. Salah satunya, adanya beasiswa S1 Bahasa Mandarin dari Dinas Pendidikan Mandarin. “Harapanya, Japan Foundation dapat bersaing dengan Cina, untuk kegiatan di Unsoed,” ungkapnya.

Acara yang bertemakan “Peluang dan Tantangan Indonesia Dalam Persaingan Japan-Chinadi Asia Timur”, adalah hasil kerjasama BEM FISIP dengan ASJI (Asosiasi Studi Jepang Indonesia). Dengan mendatangkan pembicara seperti, Ando Hisao (dari JICA Expert to ministry of Trade), Agus P Saptomo (dari StafDirjen Kerjasama Multimateral Kementrian Luar Negeri RI), dan Tunjung Linggarwati, M.Si. (Staf Pengajar Fisip Unsoed), peserta seminar nasional mencapai 200 orang yang terdiri dari Mahasiswa dan Dosen.

Diakhir seminar, Muhammad Yamin, M.Si, staf pengajar FISIP, selaku moderator berbicara  tentang penyikapan kebijakan pemerintah tentang pasar bebas yang merupakan peluang dan tantangan. Tantangan dan peluang ini selalu ada hanya bagaimana kita dapat menyikapinya. Kini saatnya kita harus siap dan optimis terhadap tantangan dan berpikir positif bahwa adanya perdagangan bebas, bukan hanya tantangan tapi juga merupakan peluang bagi kita.(Azizah, Asty)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

Penulis: Hasna Nailah Ramadhani Pada Senin (22/6/2026), aksi di depan gedung rektorat kembali diselenggarakan oleh Keluarga…

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Oleh: Maharani Yumna Identitas Film Judul : You Will Die in 6 Hours Sutradara : Lee…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Menelanjangi “Kodrat”: Mengapa Kartini Akan Menangis Melihat Kita Sekarang?

Menelanjangi “Kodrat”: Mengapa Kartini Akan Menangis Melihat Kita Sekarang?

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Masihkah Demokrasi Hidup di Bawah Bayang Pembungkaman?

Masihkah Demokrasi Hidup di Bawah Bayang Pembungkaman?

Demi Gelar

Demi Gelar

Simfoni di Ambang Batas

Simfoni di Ambang Batas