Kesiapan Pemilu di Banyumas

PURWOKERTO-Laboratorium Ilmu Politik Unsoed, Sabtu (28/3) lalu mengadakan diskusi mengenai pemilu 2009. Dalam diskusinya mengangkat tema “Menuju Pemilu Berkualitas : Tinjauan Atas Kesiapan Penyelenggaraan Pemilu di Banyumas”. Panitia mendatangkan tiga pembicarayaitu Ahmad Sabiq selaku dosen Ilmu Politik Unsoed, Dodot Widodo perwakilan KPU Banyumas dan Gunawan dari Panwaslu.

Tak terasa pemilu sudah di depan mata. Spanduk, pamflet dan selebaran terpampang hampir di setiap ruas jalan.  Namun, tetap saja masyarakat masih bingungmemantapkan pilihannya. Ditambah lagi tata cara contreng yang digaungkan oleh pemerintah di tiap-tiap media masa.

Peraturan PemerintahPengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 membatasi penandaan dengan contreng, silang, coblos dan garis. Meskipun telah dibatasi masih dikhawatirkan ada kemungkinan nantinya masyarakat menandai dengan melingkari.

Pemilu tahun 2009 ini benar-benar pemilu yang palingrumit. Dicemaskan fenomena apatisme pada pemilu tahun 2004 lalu terulang kembali. Beranjak dari wacana tadi, KPU pun mengantisipasinya agar tidak terulang lagi. “Prinsip! KPU Banyumas tidak akan melakukan penggelembungan suara,” ujar Dodot.

Suksesi pemilu juga tak lepasdari wewenang Panwaslu. “Wewenang Panwaslu memang berifat rekomendasi ke penyelenggara, ke polisi,” tegas Gunawan. Walaupun kewenangan mereka hanya bersifat rekomendasi, bukan sebagai eksekutor, mereka memastikan jaminan hak-hak pemilih sesuai dengan legalitas.

Setelah pemaparan dari perwakilan KPU dan Panwaslu, tiba saatnya Ahmad Sabiq. Dosen Ilmu Politik ini menyimpulkan permasalahan yang nantinya timbul dalam pemilu 2009 antara lain masalah sosialisasi, DPT (Daftar Pemilih Tetap), logistik, minimnya pengenalan calon dan yang terakhir Money Politics. (Harbus)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

KMI Expo XVII: Ruang Promosi dan Jejaring Bisnis Mahasiswa

Penulis: Tegar Pri Antony Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)…

Intip Cerita di Balik UMKM Sekitar Kampus dalam Menjaga Kelangsungan Usaha

Penulis: Afifah Setyaningtyas Di tengah dinamika kehidupan kampus, keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Anomali Empat Penjuru

Anomali Empat Penjuru

Senjakala Kaum Intelektual: Ketika Inovasi Berakhir di Kursi Pesakitan

Senjakala Kaum Intelektual: Ketika Inovasi Berakhir di Kursi Pesakitan

KMI Expo XVII: Ruang Promosi dan Jejaring Bisnis Mahasiswa

KMI Expo XVII: Ruang Promosi dan Jejaring Bisnis Mahasiswa

Intip Cerita di Balik UMKM Sekitar Kampus dalam Menjaga Kelangsungan Usaha

Intip Cerita di Balik UMKM Sekitar Kampus dalam Menjaga Kelangsungan Usaha

Di Balik Eksistensi BEM Fakultas: Masihkah Perannya Dibutuhkan?

Di Balik Eksistensi BEM Fakultas: Masihkah Perannya Dibutuhkan?

Krisis JBI di Indonesia: Realitas dan Tantangan Aksesibilitas Tunawicara dan Tunarungu

Krisis JBI di Indonesia: Realitas dan Tantangan Aksesibilitas Tunawicara dan Tunarungu