Mahasiswa Teknik Mengevaluasi Bapendik

PURWOKERTO-Berangkat dari ketidakpuasan mahasiswa teknikakan pelayanan Bapendik. BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Jurusan Teknik mengadakan Forum Diskusi Teknik (Fortek) yang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Bapendik agar dapat bekerja secara optimal. Fortek merupakan forum diskusi langsung antara mahasiswa tenik dengan pihak Birokrat.

Dua hari sebelum fortek dilaksanakan, BEM Teknik membagikan quisioner mengenai kinerja Bapendik kepada 350 mahasiswa teknik. Penilaian quisioner tersebut berupa KHS (Kartu Hasil Servis). Seperti halnya kartu hasil studi mahasiswa, KHS Bapendik juga terdapat sistem kredit semester (SKS) dengan penilaian A, B, C, D atau E.

Penilaiannyameliputi 10 item kinerja Bapendik antara lain: keramahtamahan (3 SKS),pelayanan mahasiswa (3 SKS), ketelitian entri absensi (2 SKS), kedisiplinan (2 SKS), loyalitas kerja (2 SKS), tanggung jawab pekerjaan (2 SKS), dedikasi pekerjaan (3 SKS), keakraban dengan mahasiswa (2 SKS),komunikasi dengan mahasiswa (3 SKS), dan kesabaran terhadap mahasiswa (2 SKS). Sehingga total SKS-nya adalah 24.

Fortek yang dilaksanakan di kantin Kampus Teknik Blater pada hari senin(23/3) pukul 10.30 sampai 12.30 itu dihadiri oleh pihak birokrat jurusan Teknik (Kajur, Sekjur I, Sekjur II, Sekjur III, dan Bapendik), Dedy Novrianto sebagai moderator, Arif Prastono sebagai notulen sekaligus ketua panitia serta 50 mahasiswaTeknik.

Pertemuan ini diawali dengan sambutan dari panitia penyelenggara, pembukaan dari pihak birokrat, dan selanjutnya dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara bapendik dengan mahasiswa. Sesi tanya jawab terbagi atas dua bagian, Pada bagian pertama terdapat 3orang penanya, begitu pula pada sesi pertanyaan bagian kedua. Pertanyaan-pertanyaannya meliputi anggaran kemahasiswaan, fasilitas perkuliahan serta pelayanan terhadap mahasiswa.

Setelah sesi pertanyaan yang kedua, BEM mengumumkan hasil penilaian rata-rata dari 350 quisioneryang disebarkan dan ternyata bapendik mendapatkan IP (indeks prestasi) sebesar 0,875. Hasil tersebut dirasa sangat memprihatinkan. “Wah, kalau di KHS mahasiswa, nilai ini sudah termasuk terancam DO ya?” tutur pakAcep selaku selaku sekjur I.

Kegiatan fortek ini diakhiri dengan penyerahan KHS (Kartu Hasil Servis) dari pihak BEM (Ciptanto sebagai penanggung jawab sekaligus presiden BEM) kepada pihak birokrat yang diwakili oleh pak Agus Margiwiyatno selaku kajur teknik.

“Terima kasih mahasiswa, hidup mahasiswa! Kami janji akan segera mengevaluasi dan memperbaiki kinerja kami,” ujar pak Warsito mewakili pihak bapendik. Mahasiswa berharap usai kegiatan Fortek tersebut, kinerja bapendik teknik dapat segera berubah menjadi lebih profesional dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.(Ika Rizka)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Aliansi Banyumas Raya Gelar Aksi Mimbar Bebas, Desak Mundur Prabowo-Gibran

Penulis: Kania Nurma Gupita Massa yang tergabung dalam Aliansi Banyumas Raya menggelar aksi mimbar bebas di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan

Makhluk Halus bernama Kucing

Makhluk Halus bernama Kucing

Tiny but Mighty: The Matilda Story

Tiny but Mighty: The Matilda Story

Lidah Sembap di Kampung Halaman

Lidah Sembap di Kampung Halaman

Membaca Tak Lagi Sunyi: Pergeseran Gaya Literasi di Ruang Publik

Membaca Tak Lagi Sunyi: Pergeseran Gaya Literasi di Ruang Publik