Tiga Rekomendasi Curug Banyumas, Cocok untuk mengobati Homesick dan kebutuhan Healing kamu!

Penulis: Abbiyu Regiano

Pemandangan Curug Jenggala (26/07/2026) (Beritaunsoed.com/Velen Candra Nadia)

Di tengah aktivitas perkuliahan yang padat dan cuaca yang kerap terik, rasa rindu akan kampung halaman atau yang kerap disebut “homesick” sering kali melanda para mahasiswa perantau. Kondisi ini tidak hanya dialami mahasiswa baru yang sedang beradaptasi, mahasiswa semester juga akhir dapat merasakan kejenuhan yang mengganggu keseharian dan langkah mereka dalam mengejar pendidikan.

Ketika dilanda homesick dan pikiran yang jenuh, tentunya para mahasiswa harus mencari solusi untuk mengisi kembali energi (healing) agar bisa melanjutkan keseharian dan kembali fokus mengejar cita-cita. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi homesick adalah dengan menepi sejenak ke alam dan menikmati suasana sunyi yang menenangkan.

Banyumas sendiri memiliki salah satu julukan  yakni “Kota Seribu Curug”. Deretan air terjun di kawasan Banyumas terutama yang ada di list kali ini sangatlah cocok untuk mahasiswa baik yang ingin healing, menikmati liburan, maupun hangout biasa bersama teman. Penasaran dengan rekomendasinya? Yuk, simak daftarnya di bawah ini!

1. Curug Jenggala

Berlokasi di Dusun Kalipagu, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Curug Jenggala sangat cocok dijadikan sebagai destinasi utama. Hanya dengan membayar tiket masuk sebesar Rp15.000, pengunjung sudah bisa mendapatkan keindahan tiga air terjun yang indah dan estetik. Menariknya,  tiket ini ternyata menjadi pintu masuk menuju curug lainnya seperti Curug Penganten dan Curug Rambat.

Dengan harga Rp15.000 dan biaya parkir sekitar Rp3.000 kita sudah dapat fasilitas keamanan dan kenyamanan yang memadai. Jalur trekking yang rapi, ketersediaan toilet di beberapa pos, serta petugas yang bersiaga apabila terjadi keadaan darurat. “Dari kami sendiri berusaha melengkapi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja-red) nya, baik perlengkapan untuk keselamatan dan lain-lainnya juga, terus dari pengelola kami juga intens untuk pembenahan jalan, yang awalnya licin kita pembenahan buat tangga kayak gitu,” ujar Dedi Restiawan selaku bendahara yang mengelola kawasan tersebut. 

Sebagai rekomendasi pertama, Curug Jenggala menawarkan akses jalan yang lebih tertata, keamanan yang memadai, banyak lokasi bersantai, serta posisinya yang menjadi “pintu masuk” menuju berbagai curug lainnya. Keunggulan inilah yang membuat Curug Jenggala sangat pas untuk dijadikan rekomendasi nomor satu dalam list ini.

“Pertama itu karena jalannya tadi enak, terus airnya juga deres banget, tempatnya bersih, terus banyak tempat makan gitu kan,” ujar salah satu pengunjung di Curug Jenggala. Kemudian sebagai catatan penting, pastikan kamu datang dan memasuki kawasan curug sebelum pukul 14.00 WIB, karena batas akhir akses masuk dibatasi hingga jam tersebut demi alasan keselamatan.

Pemandangan Curug Penganten dari sungai terdekat (26/07/2026) (Beritaunsoed.com/Ryu Athallah Raihan A.)

2. Curug Penganten

Dari ketiga rekomendasi ini, Curug Penganten bisa dibilang sebagai juara dari segi pemandangan. Meski lokasinya sedikit jauh dibandingkan dengan Curug Jenggala, suasana yang ditawarkan sangat segar, pemandangan air terjun yang tinggi membuat tempat ini menjadi tempat yang sangat cocok untuk kamu yang mau healing, foto-foto, maupun hanya berendam dengan view air terjun alam.

Agar pengalaman healing semakin maksimal, ada tips yang sangat wajib untuk kamu coba: ketika perjalanan sudah hampir sampai dan terdapat papan tanda “sungai” dan “Curug Penganten”, cobalah untuk mengambil rute kiri (sungai) dan menyusuri aliran sungainya menuju air terjun tinggi tersebut. Jalur ini menyajikan pemandangan yang megah dan memanjakan mata, karena air terjun dilihat dari bawah sehingga pemandangannya lebih bisa dinikmati dan terasa semakin indah. Ketika sampai dan singgah rasa lelah selama perjalanan menuju lokasi Curug akan terasa terbayar tuntas dengan kesejukkan dan pemandangannya.

Dengan akses dan panorama yang menyenangkan, Curug Penganten ini dapat memberikan ketenangan untuk mengobati rasa homesick yang menggentayangi. Mengagumi keindahan alam sembari berendam atau bermain air dengan air dingin di sini dijamin akan meningkatkan semangat belajar dan memulihkan energi sepenuhnya!

3. Curug Rambat

Jika ingin menjelajah lebih jauh, Curug Rambat bisa menjadi pilihan selanjutnya, sesuai dengan namanya, area curug ini dihiasi dengan banyaknya tanaman rambat, ditambah pepohonan rindang yang menutupi langit, suasana di sekitar curug terasa teduh. Di sekitar aliran airnya pun terdapat banyak batu besar yang dapat dijadikan tempat duduk santai.

Meskipun aksesnya lebih jauh dibandingkan Curug Penganten, jalur trekking yang dilewati sudah relatif mudah dan rapi. “Akses ke sini ternyata sudah dirapikan dan mudah dilewati, tempatnya rindang, teduh, dan nyaman banget buat nongkrong lama-lama,” tutur Atin, seorang wisatawan asal Patikraja.

Pemandangan Curug Rambat (26/07/2026) (Beritaunsoed.com/Ryu Athallah Raihan A.)

Dari kejernihan Curug Jenggala yang ramah pengunjung, pesona menyusuri sungai menuju Curug Penganten, hingga keteduhan Curug Rambat yang rindang, ketiganya menawarkan sensasi healing yang ramah di kantong mahasiswa. Pilihan lokasi ini sangat direkomendasikan untuk mengatasi kejenuhan, sekaligus memberikan pengalaman baru yang berkesan selama merantau.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo luangkan waktu di akhir pekan sejenak, ajak teman, dan rasakan kesegaran air terjun di Kota Seribu Curug untuk menghilangkan rasa jenuh sekaligus mengembalikan semangat mengejar mimpi! Atau kamu punya rekomendasi curug lainnya? Tulis di kolom komentar ya! Selamat berpetualang dan menikmati healing ala mahasiswa Banyumas!

Editor: Kania Nurma Gupita 

Reporter: Abbiyu Regiano, Velen Candra Nadia, Artika Putri Kinanti, Fadila Nuraini, Annisa Dwi Rahman, Tegar Pri Antony, Widyana Rahayu, Dwi Santika, Ryu Athallah Raihan A.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Oleh: Annisa Nur Hidayah Judul : Halte Alam Baka Penulis : Kai Elian Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (GPU)…

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Oleh: Anisa Septianingsih Judul : Arini: Masih Ada Kereta yang Akan Lewat Sutradara : Ismail Basbeth…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Tiga Rekomendasi Curug Banyumas, Cocok untuk mengobati Homesick dan kebutuhan Healing kamu!

Tiga Rekomendasi Curug Banyumas, Cocok untuk mengobati Homesick dan kebutuhan Healing kamu!

Luruh pada Garis

Luruh pada Garis

Tuhan, Mengapa Aku?

Tuhan, Mengapa Aku?

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah