Penyambutan Maba Semrawut

Foto : Susilo F.
Foto : Susilo F.

PURWOKERTO-“Kita sudah koordinasi, tapi mereka (UKM, Paguyuban, dan Panitia Ospek-red) berebut pengen ngambil Maba (mahasiswa baru-red),” tutur Afhan Tolana, Ketua Soedirman Student Summit (S3), melihat ruwetnya penyambutan mahasiswa yang baru diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Selasa (17/6).

Afhan menambahkan, ketidaksabaran dari UKM, Paguyuban, maupun Ormas menyebabkan skema yang disiapkan tidak berjalan dengan baik, padahal sudah ditentukan alurnya. “Ada alur-alurnya, pertama ke BEM Universitas dulu, lalu ke BEM Fakultas, setelah itu baru diarahkan ke HIMA, kemudian ke UKM, Paguyuban, dan Ormas,” tambah Afhan.

Rifaldi Syafitra, salah satu anggota paguyuban Forum Mahasiswa Indramayu menyatakan bahwa koordinasi BEM sangat minim. “Katanya (mahasiswa baru-red) mau diarahkan sampai ke paguyuban, tapi nyatanya setelah dari stand Ospek universitas, tidak ada pengarahan. Fiksasi tempat untuk stand pun baru selesai malam sebelum hari H,” kata Rifaldi.

Bahkan, mulai dari pintu masuk Graha Widyatama, mahasiswa baru telah disuguhi pemandangan ratusan mahasiswa yang terlihat tidak tertata dan berkerumun di depan pintu masuk graha.

Setelah selesai melakukan registrasi fisik, mereka langsung disambut kumpulan mahasiswa dari berbagai jurusan termasuk UKM, Paguyuban, Ormas, dan BEM yang membawa bermacam-macam tulisan untuk menarik perhatian mereka.

Bukan tertarik, sebagian mahasiswa baru justru merasa bingung dan takut, salah satunya Jawil Umam, Mahasiswi Baru Agroteknologi. “Takut, itu apaan? Soalnya suaranya itu loh, berisik kayak orang demo,” tutur mahasiswi asal Madura ini.

Senada dengan Jawil, Fitrotun Nisa, Mahasiswi baru Sastra Inggris mengaku heran dengan sikap mahasiswa yang menyambutnya. “Pas lagi turun tangga lihat kayak gitu pengen naik ke lantai dua lagi, takut soalnya, kayak orang demo,” tutur Nisa.

Menanggapi kejadian tersebut, Afhan menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait termasuk dari UKM, paguyuban maupun ormas mulai dari beberapa hari sebelumnya. Ia juga menyatakan hal ini akan menjadi evaluasi agar tidak terjadi lagi hal serupa. “Kita kasihan Mabanya kalo kayak gini. Untuk registrasi SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perrguruan Tinggi Negeri), kita akan menyiapkan jalur-jalurnya biar ngga semrawut,” pungkas Afhan. (Susilo Fathurrokhman)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

Penulis: Hasna Nailah Ramadhani Pada Senin (22/6/2026), aksi di depan gedung rektorat kembali diselenggarakan oleh Keluarga…

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Oleh: Maharani Yumna Identitas Film Judul : You Will Die in 6 Hours Sutradara : Lee…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Menelanjangi “Kodrat”: Mengapa Kartini Akan Menangis Melihat Kita Sekarang?

Menelanjangi “Kodrat”: Mengapa Kartini Akan Menangis Melihat Kita Sekarang?

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Masihkah Demokrasi Hidup di Bawah Bayang Pembungkaman?

Masihkah Demokrasi Hidup di Bawah Bayang Pembungkaman?

Demi Gelar

Demi Gelar

Simfoni di Ambang Batas

Simfoni di Ambang Batas