Badan Kerjasama sebagai Wujud Komitmen Bersama

PURWOKERTO–Jumat (24/06) halaman parkir gedung rektorat Unsoed dipenuhi mobil mewah berplat merah. Mobil itu adalah mobil dinas para pimpinan perguruan tinggi se-Jawa Tengah. Para pimpinan Perguruan tinggi tersebut datang ke Unsoed dalam rangka Rapat Badan Kerjasama (BKS) antara pimpinan perguruan tinggi negeri dengan Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis).

Komitmen memajukan pendidikan tinggi di Jawa Tengah dan DIY secara bersama diwujudkan melalui forum Badan Kerjasama. Universitas yang memiliki keunggulan pada bidang tertentu dapat memberikan saran dan gagasan kepada universitas lain untuk pemerataan kualitas pendidikan. Seperti yang terlihat dalam agenda rapat, ada salah satu sesi presentasi proses pembelajaran di UGM dengan menggunakan STAR dan eLisa. UGM memberikan presentasi untuk memberi masukkan kepada universitas lainnya.

Rapat yang dihadiri pimpinan dari Universitas Jenderal Soedirman(Unsoed), Universitas Gajah Mada(UGM), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Semarang (UNES), Intitut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret, Politeknik Negeri Semarang, Universitas Negeri Surakarta (UNS), ISI  Surakarta, Kopertis V Yogyakarta, Kopertis VI Jateng Semarang dan Aptisi (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta) Jateng.

Selain dihadiri oleh pimpinan puncak perguruan tinggi, rapat juga diikuti para Pembantu Rektor (PR) dan pimpinan lembaga setingkat PR seperti LPPM dan LP3K. Rapat Badan Kerja Sama kali ini menghasilkan lima poin kesepakatan. Pada sesi konferensi pers Rektor Unsoed Prof. Drs. Edy Yuwono, Ph.D memaparkan kelima kesepakatan tersebut meliputi, meningkatkan mutu pembelajaran dengan memanfaatkan Informasi dan Teknologi (IT), memerangi NII dan narkoba, mengembangkan pendidikan Pancasila, mengembangkan nilai-nilai lokal seperti nilai kejuangan, meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan IT.

Saat ditanya langkah kongkret setelah pertemuan ini, Rektor Universitas Negeri Semarang Prof. Dr. Sudijono Sastroatmodjo, M,Si menjelaskan implementasinya akan diadakan pertemuan membahas kesejarahan nilai kejuangan yang akan diikuti oleh para ahli. Tidak berhenti di situ saja, langkah kongkret lain yang akan dilakukan adalah pengembangan pendidikan Pancasila untuk memerangi kegiatan NII atau gerakan serupa di perguruan tinggi. Khusus untuk Jawa Tengah pendidikan pancasila tidak pernah dihapuskan. (Ubaid)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Aliansi Banyumas Raya Gelar Aksi Mimbar Bebas, Desak Mundur Prabowo-Gibran

Penulis: Kania Nurma Gupita Massa yang tergabung dalam Aliansi Banyumas Raya menggelar aksi mimbar bebas di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan