Aktivitas Padat Jadi Dekat

Mahasiswa baru berkumpul bersama teman kelompoknya menyiapkan barang bawaan Ospek
Mahasiswa baru berkumpul bersama teman kelompoknya menyiapkan barang bawaan Ospek

Hampir setiap hari semenjak tanggal 1 September Pendopo Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unsoed tak pernah sepi. Riuh dan ramai oleh aktivitas para mahasiswa baru. Mereka berkumpul untuk mempersiapkan segala sesuatu yang harus ada dan dibawa dalam kegiatan masa orientasi.

Terhitung padat jadwal para mahasiswa baru ini. Terhitung dari tanggal 2 sampai tanggal 3 September mereka harus mengikuti masa orientasi tingkat universitas yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed. Sekitar 4600 mahasiswa baru dikumpulkan di Auditorium Widayatama.

Hari pertama acara orientasi ini diisi dengan orasi tentang permasalahan bangsa oleh PresidenBEM Unsoed. Sedangkan hari kedua yang juga menjadi acara Rapat Senat Terbuka menghadirkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustiningsih dan Wakil Kapolda Jateng Brigjend. Drs. A. Syukrani,SH. M.Hum. Masing-masing memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru.

Lepas acara orientasi universitas, mahasiswa baru harus mengikuti kegiatan PKKM di tiap fakultas sampai tanggal 5 September. Hari ini (6/9) mereka baru saja mengikuti upacara penerimaan di fakultas dan akanmengikuti orientasi di fakultas sampai tanggal 8 September.

Pada acara penerimaan mahasiswa diberi pemaparan visi dan misi jurusan. Seperti yang dituturkan oleh Margareta Ria, mahasiswa baru Fakultas Biologi. “Setelah kami upacara, kami masuk ke kelas dan mendapat penyampaian visi dan misi dari dosen, baik visi S1 maupun yang D3.” Ria lupa jam berapa dia selesai acara karena benar-benar setelah acara tersebut dia langsung kumpul dengan teman satu kelompoknya di PKM.

Kali ini, kelompoknya Ria harus mempersiapkan papan nama yang akan digantungkan di dada. Ria terhitung beruntung karena dia telah membuat papan nama tersebut kemarin dan tidak disalahkan oleh panitia orientasi.Teman satu kelompok Ria ada yang harus membuat ulang. “Mungkin salah karena masih ada bekas pensilnya, mas. Jadi tidak bersih,” tutur teman kelompok Ria.

Lili Nur Komariyah yang juga teman satu kelompok Ria mengaku, “capek penginnya istirahat, tadi pagi masuk jam 06.30 selesai jam 4 sore, sekarang belum pulang. Ini juga masih pakai baju ospek. “Setengah senyum malu-malu Lili juga menuturkan,” baju ospek ini harus dipakai terus sampai 3 hari ke depan, makanya biar tidak bau asam, saya mau angin-anginin di luar.” Biasanya Ria dan Lili selesai mengerjakan tugas kelompok ini jam 9 malam dan melanjutkan tugas individu di kos sampai jam 12 malam.

Begitu pun yang dialami Raras Praba mahasiswa baru fakultas pertanian. Tadi pagi Raras berangkat jam 5 pagi selesai jam 5 sore dan harus juga mempersiapkan tugas untuk besok. Padahal Raras dan teman satu kelompok belum mengisi Kartu Rencana Studi (KRS), sedangkan malam ini belum entry. “Kalau tidak dapat kelas kan banyakan, jadi tidak apa-apa,” celotehnya sambil diikuti gemuruh tawa teman satu kelompoknya. Raras dan teman-temannya baru dikasih tahu soal KRS ini tadi sore oleh panitia. “Ngerjain ini dulu lah, kalau sempat yang malam ini saya entry, tadi mau entry kok website-nya penuh.”

Di tengah gelak tawa perbincangan soal persiapan ospek, Khoirunisa berseloroh iri dengan teman kampus lain. “Masa yang di MIPA (Jurusan MIPA-red) tidak bikin apa-apa,” ungkapnya. Terlihat tumpukan tas dari karung bekas dan topi caping berbahan kertas berwarna hijau berserakan di sekitar kelompok Raras duduk.

Namun dengan aktivitas yang padat ini, mereka merasa semakin dekat dengan teman satu kelompoknya. Seperti yang diungkapkan Ria, “Jadi makin dekat sama teman-teman kelompok karena saling bantu kalau mengerjakan tugas kelompok.” Hal senada pun disampaikan Andhika Adha, mahasiswa D3 Bahasa Inggris. ”Tidak berat selain dibantu pendamping, tetapi dibantu teman-teman,” ungkap Andhika yang ditemui Tim Sketsa tengah menggarisi papan nama yang ia buat. (Ubaid) Reporter, Kurnia dan Galih

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

oleh: Muhammad Fatkhun Nafiq Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar Soedirman Open Chess Tournament (SOCT) ke-5 pada…

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Penulis: Fadila Nuraini Forum Mahasiswa Nasional (FMN) Purwokerto menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Masalah-Masalah Rakyat yang Tak…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

52 Hz

52 Hz

Mati Suri Jurnalisme Musik di Indonesia

Mati Suri Jurnalisme Musik di Indonesia

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Penjajah Berdasi

Penjajah Berdasi

Bumi Manusia: Membongkar Takdir Romansa Manis Berakhir Tragis di Tangan Bangsa Eropa

Bumi Manusia: Membongkar Takdir Romansa Manis Berakhir Tragis di Tangan Bangsa Eropa