Mahasiswa Sastra Inggris Lakukan Aksi Mogok Kuliah

PURWOKERTO-Aksi boikot berupa penyegelan seluruh ruang kelasdan menolak menjalankan perkuliahan dilakukan mahasiswa Sastra Inggris Selasa (31/3). Setelah pemboikotan, hampir seluruh mahasiswa yang kampusnya terletak di daerah Karangwangkal, Berkoh ini melanjutkan dengan aksi demonstrasi menuju Kampus Fisip untuk melakukan mediasi dengan jajaran Dekanat.

Aksi ini muncul sehubungan dengan adanya penggabungan kelas atau kelas pararel. Satu angkatan yang terdiri dari tiga kelas dimana masing-masing kelas berisi 40 hingga 50 mahasiswa kiniberubah menjadi 150 mahasiswa. Hal ini menjadi permasalahan karena Program Studi Sastra Inggris berisi Mata Kuliah Kompetensi dan bersifat skill berupa antara lain speaking, listening dan book report yang membutuhkan kelas kecil untuk keefektifan pembelajaran.

Disela aksi boikot, Kepala Jurusan Ilmu Budaya, Drs. Ashari memberi penjelasan bahwa sistem kelas pararel dilakukan berdasarkan kebijakan fakultas yangmengacu pada sistem di Universitas. Dari pihaknya sendiri, tengah mencoba mencari jalan keluar dengan melalukan mediasi dengan pihak rektorat.

Menurut Abe, ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris (HMPS Sasing) unculnya kelas pararel merupakan imbas dari keputusan rektorat yang berkaitan dengan kesejahteraan dosen. Secara garis besarnya, seorang dosen yang mengajar satu Mata Kuliah, dalam 4 kali pertemuan, gaji yang dibayarkan hanya dihitung 1 kali.

Karena hal tersebut, dosen memiliki inisiatif untuk mengadakan kelas pararel yang kini berimbas pada proses belajar mengajar dalam perkuliahan.

Rabu (1/3) masih dalam suasana penyegelan, mahasiswa berkumpul di kampus mereka sembari menunggu Drs. Ashari beserta dosen pengajar yang kembali melakukan mediasi dengan pihak rektorat. Dalam keputusan akhir, pihak rektorat menjanjikan tidak akan ada lagi penggabungan kelas. (dyan)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Aliansi Banyumas Raya Gelar Aksi Mimbar Bebas, Desak Mundur Prabowo-Gibran

Penulis: Kania Nurma Gupita Massa yang tergabung dalam Aliansi Banyumas Raya menggelar aksi mimbar bebas di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan