UNSOED Kukuhkan Dua Guru Besar

PURWOKERTO-Universitas Jenderal Soedirman baru sajamengukuhkan dua guru besar. Kedua guru besar tersebut adalah Prof. Dr. Imam Santosa, M.Si staf pengajar bidang Sosiologi Politik FISIP danProf. Ir. Loekas Soesanto, MS, Ph.D pengajar mata kuliah Ilmu Penyakit Tanaman Penting Fakultas Pertanian. Kedua guru besar ini dikukuhkan dalam rapat senat terbuka yang dilangsungkan di Gedung Soemardjito Grendeng, Sabtu (28/2) lalu.

Imam Santoso yang merupakan alumni S3IPB ini dalam pidato pengukuhannya mengangkat judul “Transformasi Sosial Tanpa Gegar Budaya: Menuju Kemandirian Masyarakat Desa” . Dalam orasinya tersebut Imam menyimpulkan bahwa pelaksanaan transformasi sosial tanpa gegar budaya merupakan proses pembaharuan yang krusial dan tak bisa ditawar-tawar demi tercapainya kemandirian desa.

Sedangkan Loekas Soesanto yang menyelesaikan studi S3 nya di Wageningen University, Belanda, menyampaikan orasi “Pengendalian Hayati Patogen Tanaman: Peluang dan Tantangan dalam Menunjang Ketahanan Pangan Berkelanjutan”. Loekas  membedakan antara tanaman yang rusak akibat penyakit tanaman dan hama tanaman. Menurutnya, sejauh ini belum ada obat-obatan kimia yang mampu mengatasi pengakit tanaman yang disebabkan oleh jamur, bakteri dan virus.

Dengan penambahan dua guru besar ini berarti Unsoed kini memiliki 16 guru besar aktif. Namun menurut Rektor Unsoed Prof Dr. Soedjarwo dalam sambutannya mengatakan, jumlah tersebut sebenarnya masih jauh dari memadai. ”Idealnya jumlah guru besardi suatu universitas adalah 10 persen dari jumlah tenaga pengajarnya. Padahal jumlah dosen di Unsoed mencapai 969orang,”jelasnya. (aL)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

oleh: Muhammad Fatkhun Nafiq Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar Soedirman Open Chess Tournament (SOCT) ke-5 pada…

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Penulis: Fadila Nuraini Forum Mahasiswa Nasional (FMN) Purwokerto menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Masalah-Masalah Rakyat yang Tak…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

52 Hz

52 Hz

Mati Suri Jurnalisme Musik di Indonesia

Mati Suri Jurnalisme Musik di Indonesia

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Penjajah Berdasi

Penjajah Berdasi

Bumi Manusia: Membongkar Takdir Romansa Manis Berakhir Tragis di Tangan Bangsa Eropa

Bumi Manusia: Membongkar Takdir Romansa Manis Berakhir Tragis di Tangan Bangsa Eropa