Kerjasama Pendidikan Unsoed

PURWOKERTO-Rabu (30/01) sekitar pukul 15.30 kawasan rektorat Unsoed diramaikan olehserombongan bus. Bus-bus tersebut membawa kurang lebih dua ratus dua puluh dua (222) mahasiswa dari P4GTK (Pusat Pendidikan Pengembangan Penataran Guru Tingkat Kejuruan. P4GTK merupakan kejuruan setingkat D3 di Cianjur dengan pilihan bidang studi Peternakan, Pertanian dan Perikanan.

Menurut Syamsul salah satu mahasiswa P4GTK asal Aceh, kedatangan mereka adalah untuk menjalani studi akhir mereka di Unsoed selama satu semester atau enam bulan. Wahidi selaku Kabag Pendidikan dan Kerjasama Unsoed saat ditemui Sketsa di ruangannya membenarkan hal tersebut.

“Hal tersebut merupakan salah satu bentuk kerjasama pendidikan antara Unsoed dengan P4GTK” ujar Wahidi. Dalam kerjasama tersebut P4GTK bertindak ebagai pelaksana pengajaran sedangkanUnsoed bertindak sebagai Quality Control. “Quality Control di bawah Unsoed sehingga tidak lepas begitu saja, kita mengawasi kurikulumjuga kualitas dosen di sana yang tentu saja dengan sepengetahuan Dikti” tambah Wahidi.

Unsoed tertarik mengadakan kerjasama dengan P4GTK karena program pendidikan seperti di P4GTK belum ada di Unsoed sendiri. Masa studi di P4GTK banyak dimanfaatkan dengan praktek langsung di lapangan dalam bentuk magang sehingga diharapkan pada saat lulus mahasiswa dapat menghasilkan suatu produk nyata.

Oleh karena itu banyak Pemerintahan dari berbagai provinsi maupun sekolah-sekolah yang memberikan beasiswa bagi putra daerah mereka untuk menimba ilmu di P4GTKyang kemudian ditarik kembali mempraktekkan ilmunya. Dengan kerjasama ini Unsoed bisa memanfaatkan sumber daya di luar Unsoed dan secara otomatis juga mendapat banyak tambahan mahasiswa dari berbagai provinsi terlebih lagi jika para lulusan P4GTK kemudian memutuskan melanjutkan kejenjang S1 di Unsoed melalui program alih jenjang. Kerjasama yang sudah berlangsung 4 tahun menurut Wahidi akan selesai pada tahun ini. Namun Unsoed masih akan mengadakan kerjasama serupa dengan PT. Holcim dalam pendidikan teknik industri.(Suri Putri)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Di Balik Eksistensi BEM Fakultas: Masihkah Perannya Dibutuhkan?

Penulis: Hasna Nailah Ramadhani Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) merupakan lembaga eksekutif tertinggi dalam struktur organisasi kemahasiswaan…

September Hitam: Kilas Balik Aksi Kamisan “Menolak Lupa Munir hingga Affan Kurniawan”

Penulis: Raiza Firdani Kurnia Suci Sepekan yang lalu, Aliansi Soedirman Melawan menggelar Aksi Kamisan bertajuk “Menolak…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Di Balik Eksistensi BEM Fakultas: Masihkah Perannya Dibutuhkan?

Di Balik Eksistensi BEM Fakultas: Masihkah Perannya Dibutuhkan?

Krisis JBI di Indonesia: Realitas dan Tantangan Aksesibilitas Tunawicara dan Tunarungu

Krisis JBI di Indonesia: Realitas dan Tantangan Aksesibilitas Tunawicara dan Tunarungu

Jamuan Sunyi

Jamuan Sunyi

September Hitam: Kilas Balik Aksi Kamisan “Menolak Lupa Munir hingga Affan Kurniawan”

September Hitam: Kilas Balik Aksi Kamisan “Menolak Lupa Munir hingga Affan Kurniawan”

Aliansi Soedirman Melawan Gelar Aksi Kamisan, Soroti Kasus HAM yang Belum Tuntas

Aliansi Soedirman Melawan Gelar Aksi Kamisan, Soroti Kasus HAM yang Belum Tuntas

Bongkar Polemik di Balik Riuh PKKMB FIB Unsoed 2026

Bongkar Polemik di Balik Riuh PKKMB FIB Unsoed 2026