Oleh: Miftachul Jannah

Ilustrasi:  Miftachul Jannah
Ilustrasi: Miftachul Jannah

Aku napas-napas hikayat

Di keremajaan pondok-pondok ini,

Menghidupi sarjana

Yang jemarinya sumbing

 

Di antara kawananku

Kidungku bukan sumbang

Namun bapak guru yang menala

Penjuru angin jadi teduh

 

Senapas menjulang

Aku disoroti kasih

Maka kualatku menjadi budi

Yang tak pernah segan

 

Aku akan Mati

Oula di ladang haluan

Oleh manusia,

Aku dihabisi kerontang

 

Penghabisanku ialah rubuh,

Di antara teman renta,

Menjadi jiwa baru

Menghidupi manusia