Oleh: Revalia Herninda
Ilustrasi: Tsabita Ismahnanda P.
Titik-titik air berhasil luruh
Pelan-pelan membasahi bentala
Beberapa hinggap ke wajah yang dirundung nestapa
Ikut serta merayakan mati rasa
Anak Adam tertimpa musibah besar
Cintanya bertepuk sebelah tangan
Batinnya tertusuk panah penolakan
Rasa perih yang tak tertahankan
Lukanya tak kunjung sembuh
Rasa ikhlas belum sempat tumbuh
Penerimaan terasa begitu berat
Pilu, rasanya ingin hilang sesaat
Mengapa jatuh dan cinta ada dalam satu frasa?
Bukankah mereka dua entitas berbeda?
Mengapa dipaksa bersama?
Didera sesal buatku bertanya
Yah, pengakuan tadi harusnya tak terucap
Dibiarkan saja jadi rahasia
Terkunci dan terkubur di titik terdalam
Tergulung ombak dan hilang dari peradaban
Ilustrasi: Nurul Irmah Agustina