Oleh: Linggar Putri Pambajeng

Ilustrasi: Nurul Irmah Agustina
Ilustrasi: Nurul Irmah Agustina

Ke sana kemari, perahu tak mau menyerah

Menantang ombak yang terlampau ganas

Kelam rasanya melihat manusia bertingkah

Sesuatu yang jauh dari kata pantas

 

Hampir saja perahu rapuh itu karam

Berakhir di daratan, dan kaki pun berjalan

Hei, dia mengaku punya otak paling tajam

Dengan lihainya merangkul dan memberi tipuan

 

Sampailah dalam luas rimbun hutan

Jangan lupa tandai jalan dengan tali

Mudahnya orang membuang kejujuran

Demi memanjakan tingginya nafsu diri

 

Hutan sunyi tiada hewan melolong 

Di sana terdengar suara angin saja

Satu mulut terlena ucap omong kosong

Sampai lupa mengulur tangan tuk bekerja

 

Kelam hutan berhasil dihempas

Jalan keluar dengan setitik cahaya terang

Dia yang kini dapat posisi di atas

Terlena, tak lagi menatap orang-orang