Oleh: Linggar Putri Pambajeng
Ke sana kemari, perahu tak mau menyerah
Menantang ombak yang terlampau ganas
Kelam rasanya melihat manusia bertingkah
Sesuatu yang jauh dari kata pantas
Hampir saja perahu rapuh itu karam
Berakhir di daratan, dan kaki pun berjalan
Hei, dia mengaku punya otak paling tajam
Dengan lihainya merangkul dan memberi tipuan
Sampailah dalam luas rimbun hutan
Jangan lupa tandai jalan dengan tali
Mudahnya orang membuang kejujuran
Demi memanjakan tingginya nafsu diri
Hutan sunyi tiada hewan melolong
Di sana terdengar suara angin saja
Satu mulut terlena ucap omong kosong
Sampai lupa mengulur tangan tuk bekerja
Kelam hutan berhasil dihempas
Jalan keluar dengan setitik cahaya terang
Dia yang kini dapat posisi di atas
Terlena, tak lagi menatap orang-orang






