Sempat Terkendala Juri, Peserta: Ini LKTIN Terbaik

Suasana LKTIN Unsoed-HMJ AN. Foto: Susilo Faturrokhman
Suasana LKTIN Unsoed-HMJ AN. Foto: Susilo Faturrokhman

PURWOKERTO–Acara final LKTIN Unsoed 2014 sempat terkendala juri yang berhalangan untuk mengikuti acara sampai purna. “Mungkin ini kesalahan panitia karena juri ada halangan jadi rundown dipercepat, “tukas Tika.

Senada dengan Tika, Haryono pun turut memberi penjelasan perihal tersebut. “Kita mengikuti dewan juri, dewan juri ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan, “ucap Haryono, Kepala Sub Bagian Minat Penalaran Mahasiswa Unsoed.

Salah satu peserta, Oki Adeputra, berkomentar akan kejadian tersebut. “Kalau bisa, lebih baik, nantinya lebih dikoordinasi dengan jurinya”. Akan tetapi, Mahasiswa Undip yang berhasil lolos ke grand final itu berujar bahwa permasalahan tersebut tidak memadamkan semangatnya. “Ini merupakan LKTIN terbaik yang pernah saya ikuti, “tutup Oki.

LKTIN Unsoed 2014 terselenggara atas kerja sama Kemahasiswaan Unsoed dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara (HMJ AN) FISIP. LKTIN yang berhasil mengumpulkan 370 karya tulis tersebut mencapai acara puncak pada Sabtu (15/11) di Gedung Rektorat Lantai I. Perlombaan ini dimenangkan oleh tim Universitas Indonesia dan membawa pulang uang pembinaan sebesar Rp 4.000.000,00. Sementara itu, tim tuan rumah hanya mendapatkan posisi juara harapan. (Supriono)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses oleh pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Gemah Ripah Loh Jinawi: Kemeriahan Acara Lengger Bicara 2026

Penulis: Muhamad Ade Ravi Mengusung tema besar Gemah Ripah Loh Jinawi, perhelatan kebudayaan Lengger Bicara 2026…

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru