Mendadak Radu

Beberapa stan masih buka. Foto: Lley Zikri Zulhidayah

Oleh: Lely Zikri Zulhidayah

Gaduh suara mejakayu terbanting saat hendak dipindahkan menuju mobil pengangkut. Tampak beberapa orang lainnya sibuk memindahkan kursi-kursi besi dan batu bata bekas pengganjal. Rupanya orang-orang itu sedang merapikan stan-stan selepas pameran. Meski beberapa pengunjung masih berdatangan, sekitar pukul 14.00, Senin (23/10) Unsoed Fair resmi ditutup. Memasang muka masam, pengunjung terpaksa pulang dengan membawa tangan hampa.

Ketidaktahuan Pengunjung

Neni Umi Safiroh, mahasiswa Fakultas Pertanian 2014 baru saja datang sekitar pukul 16.00 WIB bersama kedua temannya. Mendapati kondisi stan sedang dilucuti, ia yang baru berkesempatan mengunjungi Unsoed fair mengaku kecewa. ”Lagi dibongkarin, padahal baru pertama kali ke sini,” ucapnya layu. Anis Inarotul salah satu teman yang datang bersama Neni pun mengaku tak tahu-menahu jika Unsoed fair selesai secepat itu. “Dikira sampai malam, soalnya hari terakhir,” aku mahasiswa Fakultas Pertanian 2014 itu.

Lain lagi dengan Suluh Putria, ia tak begitu kecewa melihat isi Aditorium Graha Widyatama hampir kosong. Meski tak tahu jika salah satu acara dalam rangkaian hari jadi ke-52 universitas berpatung Jenderal Dirman ini telah usai, tapi Mahasiswi jurusan Ilmu Komunikasi 2012 itu sudah sempat berkunjung pada hari sebelumnya. “Ya, mau gimana lagi, biasanya si sampai malem,” ucapnya sambil tertawa lirih.

Miscommunication

Pihak panitia mengaku bahwa acara itu hanya berlangsung hingga jam dua siang. Hal ini terjadi karena akan digunakannya gedung Graha Widyatama pada keesokan harinya. “Harusnya memang sampai jam dua karena besok itu ada acara pernikahan,” ucap Sesar Fajar Susanto, panitia yang berperan sebagai pengurus stan. Pada pamflet yang disebar pun tidak ditulis pasti kapan acara itu berakhir. ”Di pamfletnya cuma ditulis tanggal 21 sampai 23,” aku Sesar.

Tampaknya informasi itu tidak sampai pada telinga pengunjung dan penjaga stan dengan baik. Disaat stan-stan lainnya sudah mulai mengemasi barang-barang sisa pameran, Nofiana, salah satu penjaga stand Iptek Bagi Masyarakat (IBM) pertanian, peternakan, dan perikanan masih berada di stannya. Saat ditemui reporter beritaunsoed.com, ia mengaku hendak mengemasi stan sekitar pukul sembilan. Ia  menambahkan bahwa pihak panitia mengatakan bahwa penutupan stan dilakukan pukul sembilan malam nanti. “Dari MC-nya pas pagi diumumin kalau nanti ada penutupan jam dua, terus nanti jam sembilan baru standnya ditutup.”

Melihat stan yang lain tutup, memaksa nofiana ikut menutup stannya pula. “Sebenarnya rencana mau tutup jam sembilan (malam), tapi stannya udah pada dibongkarin, berarti stannya sepi kan, berarti pengunjungnya juga ikut sepi, yaudah ikutan aja,” tandasnya.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

Penulis: Hasna Nailah Ramadhani Pada Senin (22/6/2026), aksi di depan gedung rektorat kembali diselenggarakan oleh Keluarga…

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Oleh: Maharani Yumna Identitas Film Judul : You Will Die in 6 Hours Sutradara : Lee…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Menelanjangi “Kodrat”: Mengapa Kartini Akan Menangis Melihat Kita Sekarang?

Menelanjangi “Kodrat”: Mengapa Kartini Akan Menangis Melihat Kita Sekarang?

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Masihkah Demokrasi Hidup di Bawah Bayang Pembungkaman?

Masihkah Demokrasi Hidup di Bawah Bayang Pembungkaman?

Demi Gelar

Demi Gelar

Simfoni di Ambang Batas

Simfoni di Ambang Batas