Kebudayaan Menurut Kaca Mata Budiman Sudjatmiko

Budiman Soedjatmiko pada malam puncak PSS 2015. Foto: Imma Mahmudah
Budiman Soedjatmiko pada malam puncak PSS 2015. Foto: Imma Mahmudah

PURWOKERTO- Budiman Sudjatmiko, Anggota Komisi II DPR RI, berpandangan bahwa dalam sebuah peradaban yang maju, ada peradaban yang berakar pada kebudayaan. “Kalau Iptek terpisah dari kebudayaan, kita hanya menjadi konsumen peradaban, bukan produsen peradaban,” terangnya, Sabtu malam (10/10) dalam Awarding Night, Pekan Seni Soedirman 2015.

Di acara puncak sekaligus acara penutup Pekan Seni Soedirman (PSS) 2015 ini, Budiman menuturkan bahwa kemajuan peradaban di Eropa saat ini terjadi karena bangsa-bangsa di Eropa mengembangkan kebudayaan gaya baru. “Kebudayaan lama yang mereka gali dari Romawi dan Yunani melalui Arab, mereka gabungkan dengan kebudayaan baru,” ungkapnya .

Sedangkan Indonesia, saat ini telah jauh dari kebudayaannya sendiri. Hal itu terbukti dengan sulitnya mencari dokumen lengkap mengenai sastra dan budaya Indonesia. “Orang Indonesia kalau ingin mengetahui akarnya (kebudayaannya-red) harus ke Belanda, karena mereka yang merekam kekayaan sumber daya alam kita dan kekayaan budaya kita,” tuturnya lantang.

Ia menambahkan, pendidikan di Indonesia, utamanya pendidikan tinggi, hanya mengadopsi sistem pendidikan di Eropa tanpa ada internalisasi kebudayaan lokal. Revitalisasai kebudayaan lokal penting untuk mendukung ilmu pengetahuan yang sudah ada. “Pemerintah boleh mengadopsi ilmu dari barat, tapi yang pertama, harus didirikan atas revitalisasi budaya lokal,” tambah pria jebolan UGM ini,

Menurut Ketua Panitia, Gymnastiar L. Nabil, meski baru pertama kali, namun PSS 2015 yang berlangsung sejak tanggal 6 Oktober lalu berhasil menyedot antusiasme mahasiswa. “Di ending (Awarding Night-red) memang paling ramai. Waktu lomba band tanggal delapan kemarin di Soemardjito juga pecah (ramai-red),” ungkap mahasiswa Fakultas Pertanian angkatan 2012 ini.

Pada Pekan Seni Soedirman kali ini memunculkan nama Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebagai juara umum. Nabil berharap ke depannya agar Pekan Seni Soedirman bisa diterima dengan baik oleh semua sivitas akademika di Unsoed. “Semoga bisa diterima dengan baik oleh semua warga Unsoed dan juga semoga ada Pekan Seni Soedirman selanjutnya,” pungkas Nabil. (Susilo Fathurrokhman/Imma Mahmudah)

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Senjakala Kaum Intelektual: Ketika Inovasi Berakhir di Kursi Pesakitan

Oleh: Salwa Aulia Balqis Dalam perkembangan peradaban modern, ilmu pengetahuan adalah kompas yang menuntun suatu bangsa…

KMI Expo XVII: Ruang Promosi dan Jejaring Bisnis Mahasiswa

Penulis: Tegar Pri Antony Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Anomali Empat Penjuru

Anomali Empat Penjuru

Senjakala Kaum Intelektual: Ketika Inovasi Berakhir di Kursi Pesakitan

Senjakala Kaum Intelektual: Ketika Inovasi Berakhir di Kursi Pesakitan

KMI Expo XVII: Ruang Promosi dan Jejaring Bisnis Mahasiswa

KMI Expo XVII: Ruang Promosi dan Jejaring Bisnis Mahasiswa

Intip Cerita di Balik UMKM Sekitar Kampus dalam Menjaga Kelangsungan Usaha

Intip Cerita di Balik UMKM Sekitar Kampus dalam Menjaga Kelangsungan Usaha

Di Balik Eksistensi BEM Fakultas: Masihkah Perannya Dibutuhkan?

Di Balik Eksistensi BEM Fakultas: Masihkah Perannya Dibutuhkan?

Krisis JBI di Indonesia: Realitas dan Tantangan Aksesibilitas Tunawicara dan Tunarungu

Krisis JBI di Indonesia: Realitas dan Tantangan Aksesibilitas Tunawicara dan Tunarungu