Tuntut Transparansi Birokrasi, Mahasiswa Unsoed Bawakan Delapan Tuntutan

Penulis: Annisa Nur Hidayah

Massa aksi menuju Gedung Rektorat (24/8/2026) (Beritaunsoed.com/Azmi Layaliya Nauro)

Gedung Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dipadati oleh massa aksi, para birokrat, serta sejumlah awak media pada Senin (24/8/2026), dalam aksi tuntutan bertajuk Unsoed Problematik: Reformasi Struktural dan Hapus Praktik Korupsi di Lingkungan Kampus. Mahasiswa menyampaikan aspirasi sebagai respons terhadap dugaan korupsi yang dilakukan oleh rektor, serta berbagai permasalahan yang tidak kunjung diselesaikan. Di samping itu, Ali Rokhman selaku Pelaksana Tugas (Plt) Rektor yang sedang diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama para wakil rektor di ruangan, diminta untuk bergabung bersama massa aksi.

Menanggapi hal tersebut, Ali Rokhman bersama para birokrat akhirnya menemui massa aksi di depan Gedung Rektorat. Ia menegaskan bahwa tugasnya adalah memulihkan citra Unsoed dalam kurun waktu 3 bulan, dan 3 bulan berikutnya menyiapkan proses pemilihan rektor baru. Apabila dalam rentang waktu tersebut tujuan tidak dapat tercapai, Ali Rokhman akan menyerahkan wewenang kampus kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). 

Menanggapi dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru, Edi Santoso selaku juru bicara menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar tidak terjadi hal serupa. “Akan koordinasi dengan kementerian ya. Karena seperti misalnya model penerimaan mahasiswa baru, itu kan bukan wewenangnya universitas. Misalnya SPMB mandiri, itu kan kementerian ya. Nah, nanti akan jadi bahan koordinasi,” tutur Edi. 

Melihat kasus-kasus yang telah berlalu tanpa adanya tindakan yang konkret, massa aksi membawa 8 tuntutan kepada birokrat Unsoed. Kemudian, pihak birokrat meminta persetujuan kepada massa aksi untuk mengkaji tuntutan tersebut bersama Kemendiktisaintek. Keadaan sempat ricuh saat menyepakati rentang waktu kajian tuntutan tersebut. Hingga akhirnya ditetapkan bahwa kajian akan dilakukan selama tiga hari, apabila dalam kurun waktu tersebut tidak dapat direalisasikan, maka mahasiswa akan membawa massa lebih banyak.

Pembacaan Letter of Commitment terhadap 8 tuntutan yang dibawakan mahasiswa (24/8/2026) (Beritaunsoed.com/Velen Candra Nadia)

“Jadi intinya, saya sebagai Plt, menyepakati tuntutan ini akan dikaji, hasilnya nanti akan disampaikan paling lambat hari Kamis,” ucap Ali Rokhman.

Ali Rokhman menawarkan diskusi dilakukan di ruangan tertutup agar lebih intens dan tidak terkesan aspirasi semata. Namun, massa aksi menolak karena hal tersebut sangat rawan terhadap intervensi dari pihak lain. Mahasiswa menuntut keterbukaan informasi dari pihak birokrasi. Pengawalan terhadap tuntutan tersebut akan terus dilakukan jika tidak menghasilkan keputusan yang jelas.

“Ini tuh pengawalan jangka panjang kalau dalam perspektif saya karena secara otomatis rektorat itu ada di bawah Dikti. Paling engga kalau rektorat kita engga bisa memenuhi tuntutan kita karena alasan Dikti, ya mau engga mau kita harus ke Dikti. Gimana mekanismenya ya paling kita meminta surat buat audiensi bersama Dikti,” tutur Setyawan selaku Koordinator Lapangan.

Sebelumnya, Ali Rokhman bersama wakil rektor sedang diperiksa oleh KPK di ruangannya. Saat diwawancarai, ia membantah adanya keterlibatan dalam pemeriksaan interogasi. Ali Rokhman mengaku hanya menyetujui dan menandatangani barang bukti berupa 60 dokumen di lantai 3 Gedung Rektorat.

Pernyataan sikap di depan Patung Kuda Unsoed (24/8/2026) (Beritaunsoed.com/Velen Candra Nadia)

Aksi ditutup dengan pernyataan sikap di depan Patung Kuda Unsoed. Pengawalan terhadap isu ini akan terus berjalan hingga tuntutan direalisasikan secara nyata oleh pihak universitas. Mahasiswa menuntut bukti nyata di tengah matinya kepercayaan terhadap birokrat Unsoed.

“Harapannya dari pihak rektorat sendiri itu mereka bisa mendengar aspirasi mahasiswa, yang mereka itu memang benar-benar mendengar dan mengimplementasikan juga,” tutur Arkan, salah satu massa aksi.

Editor: Andika Brilyan

Reporter: Annisa Dwi Rahman, Annisa Nur Hidayah, Aulya Desya, Azmi Layaliya Nauro, Dina Fitria Salsabila, Dwi Melani Novitasari, Muhammad Robin Mubarok Najlakhosyaf, Lovely Mozza Permata Moty Nurhamidin, Velen Candra Nadia

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Kilas Balik Aksi Menuntut Kemerdekaan Indonesia dan Tolak Korupsi di Unsoed

Penulis: Hilda Lailatus Salma Mahasiswa dan sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi mimbar bebas di Purwokerto pada…

KPK Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed

Oleh: Ryu Athallah Raihan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 6 tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Tuntut Transparansi Birokrasi, Mahasiswa Unsoed Bawakan Delapan Tuntutan

Tuntut Transparansi Birokrasi, Mahasiswa Unsoed Bawakan Delapan Tuntutan

Kilas Balik Aksi Menuntut Kemerdekaan Indonesia dan Tolak Korupsi di Unsoed

Kilas Balik Aksi Menuntut Kemerdekaan Indonesia dan Tolak Korupsi di Unsoed

KPK Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed

KPK Ungkap Kasus Dugaan Korupsi Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed

KPK Gelar OTT: Unsoed Kampus Merdeka, Integritas Terjaga?

KPK Gelar OTT: Unsoed Kampus Merdeka, Integritas Terjaga?

Aksi Menuntut Kemerdekaan Indonesia: Soroti Pemerintahan Prabowo-Gibran dan Polemik Rektor Unsoed

Aksi Menuntut Kemerdekaan Indonesia: Soroti Pemerintahan Prabowo-Gibran dan Polemik Rektor Unsoed

Hari Kemanusiaan Sedunia: Rapor Merah Krisis Gaza, Collapse Pendanaan, dan Tantangan Ilusi Empati Digital

Hari Kemanusiaan Sedunia: Rapor Merah Krisis Gaza, Collapse Pendanaan, dan Tantangan Ilusi Empati Digital