Tiga Hasil Audiensi Masalah POM Di MIPA

Biaya POM yang telah lama menjadi polemik di Kampus MIPA kini telah menemui titik terang, setelah diadakan audiensi pada Senin (28/2) antara dua pihak yaitu mahasiswa dengan pihak birokrasi MIPA. Audiensi menghasilkan tiga kesepakatan yaitu rekening untuk pembayaran dijadikan satu rekening, POM tidak akan mengganggu aktifitas akademik, Pembentukan Panitia khusus (Pansus-red) untuk penyelesaian biaya POM.

Tiap poin kesepakatan audiensi mempunyai pertimbangan masing-masing. Penyepakatan rekening untuk pembayaran dijadikan satu rekening. Rumor yang beredar di kampus MIPA mengenai ada beberapa rekening untuk pembayaran POM. Sepenuturan Presiden BEM MIPA Asep Sumantri rekening yang digunakan untuk pembayaran memang ada dua dan ternyata milik pribadi. Yakni milik Nadir, yang tidak lain merupakan ketua POM dulu.

POM pada tahun 2003-2007 dibayarkan melalui rekening Bank Mandiri, sedangkan di tahun 2008 baru menggunakan Bank BNI. POM juga sempat menganjal kegiatan akademik di kampus MIPA. Seperti pada awal tahun ajaran 2011/2012 ini sempat terjadi pencekalan KRS dan KHS mahasiswa belum membayar atau mencicil POM. Pencekalan tersebut disinyalir sebagai satu-satunya jalan agar mahasiswa mau membayar POM. Hal ini lah yang menimbulkan adanya audiensi.

Bilalludin, M.Si selaku Kajur MIPA menyatakan realisasi tentang hasil audiensi ini sedang dalam proses pembentukan Pansus. Pansus ini akan terdiri dari dari dua orang dosen, perwakilan BEM sebanyak 2 orang, perwakilan DLM 2 orang, dan perwakilan dari Hima juga sebanyak 2 orang sehingga total semuanya adalah 8 orang.

Asep Sumantri menambahkan, tunggakan biaya POM masih berkisar 70% karena jika tidak diselesaikan akan menimbulkan kecemburuan dari mahasiswa yang telah menyelesaikan biaya POM. “Perkembangan dari kinerja Pansus sejauh ini sudah masuk tahap rencana pembentukan SK tentang BOP. Namun rencana ini belum kunjung terlaksana sebab BEM sedang sibuk pemilihan kepengurusan yang baru, sehingga terkesan alot,” ungkap Kajur MIPA tersebut. (Ubaid)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

KMI Expo XVII: Ruang Promosi dan Jejaring Bisnis Mahasiswa

Penulis: Tegar Pri Antony Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed)…

Intip Cerita di Balik UMKM Sekitar Kampus dalam Menjaga Kelangsungan Usaha

Penulis: Afifah Setyaningtyas Di tengah dinamika kehidupan kampus, keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

KMI Expo XVII: Ruang Promosi dan Jejaring Bisnis Mahasiswa

KMI Expo XVII: Ruang Promosi dan Jejaring Bisnis Mahasiswa

Intip Cerita di Balik UMKM Sekitar Kampus dalam Menjaga Kelangsungan Usaha

Intip Cerita di Balik UMKM Sekitar Kampus dalam Menjaga Kelangsungan Usaha

Di Balik Eksistensi BEM Fakultas: Masihkah Perannya Dibutuhkan?

Di Balik Eksistensi BEM Fakultas: Masihkah Perannya Dibutuhkan?

Krisis JBI di Indonesia: Realitas dan Tantangan Aksesibilitas Tunawicara dan Tunarungu

Krisis JBI di Indonesia: Realitas dan Tantangan Aksesibilitas Tunawicara dan Tunarungu

Jamuan Sunyi

Jamuan Sunyi

September Hitam: Kilas Balik Aksi Kamisan “Menolak Lupa Munir hingga Affan Kurniawan”

September Hitam: Kilas Balik Aksi Kamisan “Menolak Lupa Munir hingga Affan Kurniawan”