Kemajuan yang Mundur

 

Oleh: Emerald Magma Audha

Ilustrasi: Imma Mahmudah
Ilustrasi: Imma Mahmudah

Seribu teman punya
Saling berbicara
Kenal pun tak
Kemajuan yang katanya segalanya
Celotehnya terbaik
Perasaan tak nyata

Sosial katanya
Padahal terasing
Keheningan angkutan jejal sesak
Sekadar obrol,  takut aneh ujarnya
Layaknya robot, normal ujarnya

iPad hibur anak
Orang tua hebat katanya
Sepatu tak pernah sobek
Ayunan tak pernah bergerak

Semua menunduk
Tanpa mata dan mata
Sebab layar
Telepon pintar dan manusia bodoh
Tuk tuk tuk
Hei, sedang apa kau?
Lagi sibuk
Ngeklik!

Catatan Redaksi: Tulisan ini pernah dimuat di BU tanggal 19 April 2016. Namun beberapa waktu lalu BU pernah terserang badware, mengakibatkan beberapa tulisan yang telah terbit pun hilang. Oleh karena itu, tulisan ini dimuat ulang agar bisa terbaca oleh Anda yang terhubung ke internet.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Kisah Para Raja

Oleh: Reny Diah Merriola Hari Senin ke kota lama, Pulangnya membawa kain jerami, Banyak orang menjaga…

Anomali Empat Penjuru

Oleh: Dina Fitria Salsabila Dulu aku hanya setitik tinta di sudut kertas yang sepi,  melukis garis-garis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Kisah Para Raja

Kisah Para Raja

Pemda Angkat Kaki dari Forum, Mahasiswa Banyumas Raya Bersuara “Eksekutif Tidak Kompeten

Pemda Angkat Kaki dari Forum, Mahasiswa Banyumas Raya Bersuara “Eksekutif Tidak Kompeten

Mahasiswa Unsoed Gelar Aksi, Kritik Tata Kelola Pemerintahan Prabowo-Gibran

Mahasiswa Unsoed Gelar Aksi, Kritik Tata Kelola Pemerintahan Prabowo-Gibran

Belajar Memahami Perbedaan melalui Film Swapped

Belajar Memahami Perbedaan melalui Film Swapped

Anomali Empat Penjuru

Anomali Empat Penjuru

Senjakala Kaum Intelektual: Ketika Inovasi Berakhir di Kursi Pesakitan

Senjakala Kaum Intelektual: Ketika Inovasi Berakhir di Kursi Pesakitan