Banyumas Culture Festival dan Kirab Pusaka Meriahkan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas

Oleh: Artika Putri Kinanti

Serangkaian pagelaran seni kembali digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas. Banyumas Culture Festival dan Kirab Pusaka turut memeriahkan perayaan dengan menghadirkan ragam pertunjukan budaya dan arak-arakan pusaka yang mencerminkan kekayaan tradisi daerah Banyumas.

Banyumas Culture Festival resmi digelar dan dibuka untuk umum selama dua hari berturut-turut yang bertempat di Hetero Space Banyumas. Festival dibuka pada Sabtu malam (14/2/2026), dengan pemberian penghargaan bagi tokoh budaya, peluncuran buku Singadipa, dan sambutan oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.

Penampilan Sendratari Jagabaya di Hetero Space Banyumas. (14/2/2026) (Beritaunsoed.com/Kania Nurma Gupita)
Penampilan Sendratari Jagabaya di Hetero Space Banyumas. (14/2/2026) (Beritaunsoed.com/Kania Nurma Gupita)

Hari pertama Banyumas Culture Festival menampilkan pementasan sendratari, yakni bentuk drama tari yang menyampaikan cerita melalui ekspresi tubuh penari dan iringan gamelan. Pentas panggung teatrikal “Elegi Lembah Narmada” dimulai pada pukul 21.03 WIB, para pemeran tari silih berganti melakonkan naskah cerita. Lalu, acara tersebut diakhiri dengan sesi dokumentasi para penari.

Para pemain Sendratari Jagabaya yang telah menampilkan "Elegi Lembah Nusantara". (14/2/2026) (Beritaunsoed.com/Velen Candra Nadia)
Para pemain Sendratari Jagabaya yang telah menampilkan “Elegi Lembah Narmada”. (14/2/2026) (Beritaunsoed.com/Velen Candra Nadia)

Derasnya hujan tidak mengandaskan antusiasme masyarakat untuk menonton pementasan. Bahkan, sebagian besar pengunjung menjereng alas plastik tepat di depan panggung agar dapat lebih jelas menyaksikan pertunjukan seni yang dibawakan oleh kawan-kawan Jagabaya Nusantara. Ari, salah satu pengunjung Banyumas Culture Festival, mengutarakan bahwa festival ini patut untuk diapresiasi dan dilestarikan. Sebagai orang yang lahir dan besar di Jakarta, ia terkesan dengan ragam budaya Banyumas.

Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Banyumas Culture Festival bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan ikhtiar kolektif untuk merawat jati diri Banyumas sebagai daerah yang kaya sejarah, tradisi, dan nilai-nilai luhur. Ia juga menuturkan bahwa peluncuran buku Singadipa merupakan upaya dokumentasi sejarah dan penguatan identitas lokal yang dapat mengajak masyarakat untuk kembali menelusuri jejak perlawanan, semangat juang, serta ketangguhan yang tumbuh dari tanah Banyumas.

Sambutan Banyumas Culture Festival oleh Sadewo Tri Lastiono, Bupati Banyumas. (14/2/2026) (Beritaunsoed.com/Muhamad Ade Ravi)
Sambutan Banyumas Culture Festival oleh Sadewo Tri Lastiono, Bupati Banyumas. (14/2/2026) (Beritaunsoed.com/Muhamad Ade Ravi)

Sementara itu, Kirab Pusaka digelar pada Minggu siang (15/2/2026), di Jalan Jenderal Soedirman, Alun-Alun Purwokerto, dengan tema “Bergerak Bersama Mewujudkan Banyumas Produktif, Adil, dan Sejahtera (PAS)”. Kirab Pusaka berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak, seperti lembaga daerah, sanggar kesenian lokal, dan Paguyuban Kakang Mbekayu Banyumas (Pakemas). Tak kalah dari Banyumas Culture Festival, Kirab Pusaka juga mendapat antusias penuh dari masyarakat. Para pengunjung berjejer di pinggir jalan dengan tertib di bawah sinar matahari pagi.

Iring-iringan Peraga Kirab Pusaka. (15/2/2026) (Beritaunsoed.com/Ryu Athallah Raihan)
Iring-iringan Peraga Kirab Pusaka. (15/2/2026) (Beritaunsoed.com/Ryu Athallah Raihan)

Kirab Pusaka dimulai dengan pembawaan pusaka-pusaka bersejarah dan lukisan para bupati terdahulu, lalu disusul dengan rombongan perwakilan lembaga daerah, instansi vertikal, serta peraga kirab yang berarak pelan diiringi alunan gending yang menciptakan suasana sakral di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman menuju Pendopo Si Panji Purwokerto. Selain itu, janur kuning yang dipasang menghiasi tiang-tiang jalanan membuat Kirab Pusaka terlihat kental akan budaya.

Peraga Kirab Pusaka di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman. (15/2/2026) (Beritaunsoed.com/Ryu Athallah Raihan)
Peraga Kirab Pusaka di sepanjang Jalan Jenderal Soedirman. (15/2/2026) (Beritaunsoed.com/Ryu Athallah Raihan)

Kirab Pusaka dilaksanakan setiap tahun dengan tema yang berbeda. Fendi Rudianto, Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Banyumas, mengaku bahwa tema yang dipilih tetap membutuhkan persetujuan bupati. “Iya, tema tiap tahun berbeda. Tergantung juga, tema itu kita tawarkan sama Pak Bupati, dan Alhamdulillah untuk tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Tahun ini kan temanya sesuai dengan visi dan misi dari Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati,” ungkap Fendi.

Penyerahan pusaka di depan Pendopo Si Panji Purwokerto oleh Sadewo Tri Lastiono, Bupati Banyumas. (15/2/2026) (Beritaunsoed.com/Ryu Athallah Raihan)
Penyerahan pusaka di depan Pendopo Si Panji Purwokerto oleh Sadewo Tri Lastiono, Bupati Banyumas. (15/2/2026) (Beritaunsoed.com/Ryu Athallah Raihan)

Ketua Panitia Banyumas Culture Festival, Muhammad Ridwan Bungsu, berharap Banyumas dapat terus mengadakan berbagai festival kebudayaan untuk mempertahankan penobatannya sebagai “Kota Pertunjukan Seni”. Fendi Rudianto juga menyampaikan harapannya kepada anak-anak muda untuk tidak melupakan sejarah dan filosofi di baliknya.

Editor: Velen Candra Nadia 

Reporter: Artika Putri Kinanti, Widyana Rahayu, Manda Damayanti, Kania Nurma Gupita, Azmi Layaliya Nauro, Hasna Zulfa Qanitah, Ryu Athallah Raihan, Muhammad Robin Mubarok Najlakhosyaf, Muhamad Ade Ravi, Lovely Mozza Permata Moty Nurhamidin, Annisa Nur Hidayah, Annisa Dwi Rahman, Velen Candra Nadia.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Museum Wayang Banyumas: Sunyi yang Menyisakan Jejak

Penulis: Ryu Athallah Raihan A. Museum Wayang Banyumas Berdiri tenang di tengah kompleks pemerintahan, Museum Wayang…

Pemira 2025 Usai: Krisis Regenerasi Kepemimpinan dan Demokrasi Mahasiswa Masih Melekat

Oleh: Manda Damayanti Tahun 2025 menjadi tahun keempat berlangsungnya fenomena kotak kosong dalam pelaksanaan Pemilihan Raya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Museum Wayang Banyumas: Sunyi yang Menyisakan Jejak

Museum Wayang Banyumas: Sunyi yang Menyisakan Jejak

Banyumas Culture Festival dan Kirab Pusaka Meriahkan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas

Banyumas Culture Festival dan Kirab Pusaka Meriahkan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas

Tambah Spot Nongkrong di Unsoed, Pringsewu Hadirkan Kandang Kopi di Fakultas Peternakan

Tambah Spot Nongkrong di Unsoed, Pringsewu Hadirkan Kandang Kopi di Fakultas Peternakan

Pemira 2025 Usai: Krisis Regenerasi Kepemimpinan dan Demokrasi Mahasiswa Masih Melekat

Pemira 2025 Usai: Krisis Regenerasi Kepemimpinan dan Demokrasi Mahasiswa Masih Melekat

Majalah LPM Skëtsa Edisi ke-38 Desember 2025

Majalah LPM Skëtsa Edisi ke-38 Desember 2025

Kaleidoskop LPM Skëtsa Tahun 2024

Kaleidoskop LPM Skëtsa Tahun 2024