Penumpang Trans Banyumas Jadi Korban Pelecehan Seksual, Pelaku Diturunkan Paksa

Oleh : Afif Fadhilah Iftiar

Foto: CCTV Trans Banyumas

Kasus pelecehan seksual terjadi di dalam bus Trans Banyumas dengan rute Terminal Notog-Terminal Baturaden pada Kamis (6/10). Pelaku diduga sengaja menempelkan alat kelaminnya ke penumpang perempuan. Dari tangkapan layar CCTV di dalam bus Trans Banyumas yang diunggah oleh akun Instagram @trans.banyumas,  terlihat sopir bus sedang memerintahkan pelaku untuk turun.

Direktur Trans Banyumas, Ipung Marsikun, menjelaskan peristiwa tersebut ketika dikonfirmasi oleh awak redaksi Sketsa pada Selasa (11/10). Peristiwa tersebut terjadi di bus rute koridor 2, yaitu Terminal Notog-Terminal Baturaden.

Menurut Ipung, kejadian ini bermula ketika pelaku yang awalnya duduk di kursi belakang, berdiri bergelantungan di handgrip—pegangan tangan—dekat penumpang perempuan. Dari rekaman CCTV, terlihat pelaku menggoda perempuan tersebut sebelum melakukan aksinya.

“Kemudian pelaku ini badannya direndahkan, tapi masih sambil bergelantungan sambil mencoba menempelkan bagian depannya (alat kelamin-red) ke paha perempuan penumpang,” jelasnya.

Ipung menjelaskan bahwa sebenarnya sopir sudah mencoba memperingati pelaku untuk duduk kembali di belakang dan jangan menganggu orang lain. Sebelumnya, sopir juga sudah mencurigai gelagat pelaku dengan melihat dashboard system CCTV.

Menanggapi peristiwa ini, penumpang lainnya menyayangkan sikap pihak Trans Banyumas yang hanya menurunkan pelaku. Salah seorang penumpang yang awak redaksi Sketsa wawancarai di salah satu halte pada Selasa (11/10) beranggapan bahwa tindakan tersebut tidak sebanding dengan perbuatan pelaku.

“Harusnya ada sanksinya. Biar ngga kejadian dengan skala berlanjut. Kan, kalau diturunin doang, kan, nanti biasanya cuma ‘ah cuma diturunin doang’, takutnya si pelaku malah jadi merasa masih bisa melakukan hal tersebut,” ujar salah seorang pengguna Trans Banyumas. Ia juga meminta pelaku untuk di-blacklist dalam pemakaian fasilitas bus Trans Banyumas lagi.

Di sisi lain, dikarenakan kejadian tersebut masih dianggap “percobaan” dan belum mengarah ke pelecehan, pihak Trans Banyumas hanya melakukan tindakan penurunan paksa tanpa ada sanksi tambahan lainnya.

“Dan dikarenakan tidak ada tuntutan juga dari korban karena korban merasa belum terlalu trauma, jadi si korban tidak menuntut. Kemudian, kita juga sudah menurunkan secara paksa. Kecuali jika si korban merasa terintimidasi kemudian menuntut, kita akan laporkan sesuai dengan prosedur,” ucap Ipung.

Reporter: Afif Fadhilah Iftiar, Diyah Nur Alifah, Aura Saintia Transendenti

Editor: Aprilia Ani Fatimah

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Pemda Angkat Kaki dari Forum, Mahasiswa Banyumas Raya Bersuara “Eksekutif Tidak Kompeten

Penulis: Artika Putri Kinanti Ratusan mahasiswa yang berasal dari berbagai elemen mahasiswa se-Banyumas Raya menggelar aksi…

Mahasiswa Unsoed Gelar Aksi, Kritik Tata Kelola Pemerintahan Prabowo-Gibran

Penulis: Nesya Huwaidaa Kultsum Azmii Mahasiswa menggelar aksi bertajuk “Panggung Bebas: Catatan Merah Dua Tahun Prabowo-Gibran”…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Pemda Angkat Kaki dari Forum, Mahasiswa Banyumas Raya Bersuara “Eksekutif Tidak Kompeten

Pemda Angkat Kaki dari Forum, Mahasiswa Banyumas Raya Bersuara “Eksekutif Tidak Kompeten

Mahasiswa Unsoed Gelar Aksi, Kritik Tata Kelola Pemerintahan Prabowo-Gibran

Mahasiswa Unsoed Gelar Aksi, Kritik Tata Kelola Pemerintahan Prabowo-Gibran

Belajar Memahami Perbedaan melalui Film Swapped

Belajar Memahami Perbedaan melalui Film Swapped

Anomali Empat Penjuru

Anomali Empat Penjuru

Senjakala Kaum Intelektual: Ketika Inovasi Berakhir di Kursi Pesakitan

Senjakala Kaum Intelektual: Ketika Inovasi Berakhir di Kursi Pesakitan

KMI Expo XVII: Ruang Promosi dan Jejaring Bisnis Mahasiswa

KMI Expo XVII: Ruang Promosi dan Jejaring Bisnis Mahasiswa