PERSEMBAHAN BUDAYA PAPUA DALAM DIES NATALIS UNSOED KE-56

Pembukaan acara Resepsi Dies Natalis Unsoed ke-56. Foto: Mukti Palupi

Purwokerto—Pementasan tarian bertajuk “Hadirnya Bhineka Tunggal Ika yang Mempersatukan Perbedaan” oleh Himpunan Mahasiswa Papua (Himapa) mewarnai malam resepsi Dies Natalis ke-56 Unsoed, Sabtu malam (28/9) di Graha Widyatama Unsoed.

Hampir seratusan tamu dalam Dies Natalis Unsoed yang terdiri dari jajaran rektor, dosen, mahasiswa, dan undangan langsung terdiam manakala grup tari Papua Dance dari Himapa menaiki panggung acara.

Penampilan Himpunan Mahasiswa Papua pada Malam Resepsi Dies Natalis Unsoed ke-56. Foto: Mukti Palupi

Tarian ini berkisah tentang Papua, negeri yang kaya. Singkat cerita, di suatu suasana terjadi perebutan hasil antar-masyarakat yang menyebabkan peperangan. Pada saat peperangan inilah, masyarakat disadarkan dengan peran bhineka tunggal ika yang mampu mempersatukan perbedaan dan menghasilkan terciptanya perdamaian.

Penampilan tarian yang dibawakan Himapa ini, merupakan salah satu dari rangkaian acara Dies Natalis Unsoed ke-56. Sebelumnya, pada hari yang berbeda, sudah diadakan acara pendahuluan berupa perlombaan seni tingkat mahasiswa, dosen, maupun karyawan.

Sesuai visi Unsoed yang mengembangkan kearifan lokal, Unsoed berusaha memberikan ruang kepada mahasiswa Unsoed dari seluruh Indonesia untuk menampilkan kebudayaan dari daerah mereka. Hal itu disampaikan oleh Cipto Subroto, koordinator acara Dies Natalis Unsoed ke-56.

“Apalagi kita tahu sendiri papua sedang bergejolak sehingga mereka (mahasiswa Unsoed asal Papua-red) menginginkan tampil (menunjukkan-red) bahwa mereka di sini tidak ada masalah, mereka di sini tetap satu Indonesia,” imbuh Cipto.

Sejalan dengan Cipto, ketua Himapa Sergius Yewen juga menyampaikan hal yang sama mengenai bhineka tunggal ika.

“Jangan bedakan kami, kami ini kan orang Papua, dari Indonesia juga,” ujar Sergius.

Mengenai konflik Papua, Sergius juga berpesan kepada pemerintah Indonesia. Ia meminta pemerintah segera turun tangan, dengan harapan isu ini bisa cepat terselesaikan.

Meski begitu, Sergius mengaku senang dan berterima kasih sebab telah mendapat kesempatan untuk menampilkan budaya Papua di Dies Natalis Unsoed yang ke-56 ini. [Mukti Palupi]

Reporter: Mukti Palupi

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Aliansi Banyumas Raya Gelar Aksi Mimbar Bebas, Desak Mundur Prabowo-Gibran

Penulis: Kania Nurma Gupita Massa yang tergabung dalam Aliansi Banyumas Raya menggelar aksi mimbar bebas di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?