Asam Manis Pedagang pada Kirab Pusaka Banyumas

Pedagang yang lalu-lalang di jalan saat Kirab Pusaka Banyumas. Foto: Lely Zikri Zulhidayah
Pedagang yang lalu-lalang di jalan saat Kirab Pusaka Banyumas. Foto: Lely Zikri Zulhidayah

PURWOKERTO-Kirab Pusaka dalam memperingati HUT Banyumas ke-433 dirayakan dengan penuh kemeriahan. Arak-arakan yang dimulai dari Pendopo Wakil Bupati dan berujung diPendopo Si Panji, Minggu (5/4), memberi pengaruh tersendiri bagi pedagang. “Biasanyasaya pulang jam enam sore, tapi kalau ada acara ini paling jam empat soredagangan sudah habis,” ungkap Andi, salah seorang pedagang bakso.

SepanjangJalan Jenderal Soedirman dan Alun-Alun Kota Purwokerto dipenuhi dengan pedagangyang lalu-lalang menjajakan dagangannya. Mulai dari pedagang makanan, minuman,terompet, balon, dan lain sebagainya. Akan tetapi, tidak sedikit pula pedagangyang merasa intensitas pembeli hari itu sama saja seperti hari biasa. “Ya samasaja seperti hari biasa,” ucap Toha, salah satu pedagang balon sabun yangmerasa tidak ada perubahan pada hari itu.

Hujanyang tiba-tiba mengguyur kawasan alun-alun dan sekitarnya membuat beberapa pedagangmenggerutu. “Pas pembeli ramai tiba-tiba hujan, pas hujan sudah selesai,penontonnya udah bubar,” gumam salahseorang pedagang yang berada disebelah dagangan Toha.

Keberadaanpara pedagang sangat bemanfaat bagi penonton arak-arakan yang saat itu datang.Pasalnya, dengan adanya para pedagang, mereka dapat menunggu sambil sejenakmenyantap makanan yang dijajakan para pedagang, meskipun kondisi arak-arakanmenjadi kurang kondusif. “Ya bermanfaat sih, tapi pemandangannya jadi kurangbagus,” ungkap Ani yang datang bersama anak dan tetangganya.

Lainhalnya dengan petugas kebersihan yang bekerja lebih ekstra, bahkan membutuhkanpersonil tambahan. Hal ini dikarenakan banyaknya sampah yang dihasilkan olehpenonton maupun pedagang. Selain itu, tong sampah yang tersedia di daerahsekitar kawasan arak-arakan punjarang. “Sampahnya jadi tambah banyak, jadi ditambahpetugas kebersihan dari tempat lain buatbantu bersihin tempat di sini,”ungkap salah seorang petugas. (Lely Zikri Zulhidayah)*

*Anggota Magang LPM Sketsa

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses oleh pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Mimbar Bebas Banyumas Problematik: Refleksi Kebijakan untuk Banyumas yang Lebih Baik

Oleh: Hasna Nailah Ramadhani Sejumlah mahasiswa bersama elemen masyarakat Purwokerto mengadakan aksi Mimbar Bebas Banyumas Problematik…

Museum Wayang Banyumas: Sunyi yang Menyisakan Jejak

Penulis: Ryu Athallah Raihan A. Museum Wayang Banyumas Berdiri tenang di tengah kompleks pemerintahan, Museum Wayang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Mengenal Tokoh Bangsa dan Jejak Pengabdiannya di Museum Soesilo Soedarman

Mengenal Tokoh Bangsa dan Jejak Pengabdiannya di Museum Soesilo Soedarman

Mimbar Bebas Banyumas Problematik: Refleksi Kebijakan untuk Banyumas yang Lebih Baik

Mimbar Bebas Banyumas Problematik: Refleksi Kebijakan untuk Banyumas yang Lebih Baik

Museum Wayang Banyumas: Sunyi yang Menyisakan Jejak

Museum Wayang Banyumas: Sunyi yang Menyisakan Jejak

Banyumas Culture Festival dan Kirab Pusaka Meriahkan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas

Banyumas Culture Festival dan Kirab Pusaka Meriahkan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas

Tambah Spot Nongkrong di Unsoed, Pringsewu Hadirkan Kandang Kopi di Fakultas Peternakan

Tambah Spot Nongkrong di Unsoed, Pringsewu Hadirkan Kandang Kopi di Fakultas Peternakan

Pemira 2025 Usai: Krisis Regenerasi Kepemimpinan dan Demokrasi Mahasiswa Masih Melekat

Pemira 2025 Usai: Krisis Regenerasi Kepemimpinan dan Demokrasi Mahasiswa Masih Melekat