Oleh: Razita Nurcahyani
Hari ini, langit terasa berat,
Namun, mata ini belajar menerima hujan.
Di dada berbisik sebuah tanya:
“Kurangkah aku? Apa salah diriku?”
Tapi aku tak kunjung menemukan jawaban.
Aku duduk bersama sedih,
menyuguhkan secangkir waktu singkat.
Biarlah ia singgah sebentar,
lalu pamit sebelum senja menelan cahaya.
Air mata pun punya batasnya.
Di sela rasa perih,
kuingat janji Tuhan,
takdir-Nya selalu terjalin indah,
meski jalannya belum kutahu.
Mungkin, di depan sana ada taman yang lebih hijau.
Gagal bukan berarti kalah,
melainkan ruang untuk bertumbuh.
Aku akan melangkah lagi,
dengan kaki yang tegap,
dan hati yang lebih siap.
Hari ini, aku maafkan diri,
atas segala jatuh dan gagal yang pernah ada.
Esok, aku tetap mencoba,
karena dukungan terbesar,
selalu datang dari diri sendiri.






