Penulis: Ryu Athallah Raihan
Pertumbuhan coffee shop di Purwokerto dalam beberapa tahun terakhir sempat menjadi perhatian akademik. Penelitian berjudul Revisiting Coffee Shops as Public Space in Purwokerto menyebut bahwa kafe telah berkembang bukan sekadar tempat minum kopi, melainkan ruang interaksi yang turut membentuk gaya hidup masyarakat.
Di sela jadwal kuliah yang padat dan tugas yang menumpuk, mahasiswa membutuhkan ruang yang nyaman untuk berbincang, menyusun rencana, atau sekadar menikmati kopi tanpa harus jauh dari lingkungan kampus.
Kini, kebutuhan itu semakin dekat bagi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), khususnya di Fakultas Peternakan (Fapet). Pringsewu resmi menghadirkan Kandang Kopi sebagai spot nongkrong baru yang dirancang menyatu dengan dinamika kehidupan kampus.
Kolaborasi Membangun Kampus Berdampak
Direktur utama PT. Pringsewu Cemerlang, Totok Sutrisno, menjelaskan bahwa kehadiran Kandang Kopi di lingkungan kampus bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Pringsewu telah menjalin kerja sama serupa dengan sejumlah universitas, termasuk di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsoed.
Menurut Totok, masuknya Pringsewu ke lingkungan kampus juga menjadi bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia. Ia menilai kampus merupakan pusat ilmu pengetahuan sekaligus tempat pembentukan karakter dan keterampilan generasi muda
“Kalau kami di Pringsewu sih, prinsipnya satu, di samping CSR, Corporate Social Responsibility, kita juga terus ingin belajar dan berkembang. Bagaimanapun juga kita juga pengen belajar pusatnya ilmu ya di kampus kan,” ujarnya.
Di sisi lain, Dekan Fakultas Peternakan Unsoed, Novie Andri Setianto, menyebut kerja sama ini menjadi bagian dari penguatan program magang industri dan pembelajaran berbasis praktek.
Ia juga menambahkan bahwa program pembelajaran di luar kampus yang sebelumnya dikenal sebagai Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) diharapkan semakin optimal dengan kehadiran Kandang Kopi di lingkungan fakultas.“Jadi, ini merupakan ikhtiar dari kami bersama dengan Pringsewu Grup terutama dalam bidang manajemen food and beverage, karena bagaimanapun dengan paradigma sekarang kampus berdampak, kita harus menyiapkan generasi muda yang bukan hanya kuat di teori, tapi industri ready,” Pungkas Novie.
Menu Variatif & Harga yang Ramah di Kantong
Dari sisi pilihan menu, Kandang Kopi menawarkan beragam varian yang menyasar selera mahasiswa. Mulai dari aneka minuman kopi dan non-kopi, camilan, hingga main course yang tersedia dalam satu tempat.
Menariknya, seluruh menu dibanderol dengan harga yang ramah di kantong mahasiswa. Mulai dari Rp6.000 hingga Rp17.500 membuat Kandang Kopi tetap terjangkau tanpa mengurangi variasi pilihan yang ditawarkan. Konsep harga mahasiswa ini menjadi komitmen Pringsewu untuk menyesuaikan dengan segmentasi pasar dan membuat Kandang Kopi tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga ruang yang inklusif dan mudah dijangkau seluruh kalangan mahasiswa.
Kandang Kopi resmi diluncurkan pada 10 Februari 2026 dan berlokasi di lingkungan Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), tepatnya di Jl. Dr. Soeparno No. 60, Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara. Dengan konsep yang menyatu dengan kehidupan akademik, Kandang Kopi menjadi simbol kolaborasi antara kampus dan industri dalam menghadirkan ruang yang produktif sekaligus relevan bagi generasi muda.








