alterntif text

Artikel dalam Kategori " Purwokerto "

  • Ikat Kepala Merah

    Oleh: Nurhidayat* Sambil berorasi meruntuhkan kursi Sambil beronani mengejakulasikan makna Mengencangkan ikat kepala yang hendak jatuh Berkaca agar kain itu tepat menutupi jidat Meraba agar ikatan tepat di kuncir belakang kepala   Kebenaran dan keadilan menumpuk punggungnya Seberat teriakan petani membeli sepatu anaknya Setinggi cita-cita pendiri negaranya Setebal rindu seorang aktivis kepada kelulusannya   Idealisme […]


  • HIKAYAT PARA REKTOR

    Oleh: Anggita Rachmi Farida Universitas Jenderal Soedirman kini hampir berusia 54 tahun jika dihitung sejak diterbitkannya Kepu­tusan Presiden Nomor 195 Tahun 1963 tentang Pendirian Universitas Jenderal Soedirman. Semenjak berdi­ri, Unsoed sudah mengalami sebelas kepemimpinan. Sejarah mencatat bahwa Unsoed pernah dipimpin oleh sebuah dewan presidium, 9 rektor sejati, dan 1 rektor pengganti. Awalnya, Un­soed dikelola oleh […]


  • Rusunawa Harus Segera Berbenah!

    Pepatah lama mengungkapkan ada harga ada rupa, semakin mahal uang yang harus dibayar, semakin elok rupa nan apik kualitasnya. Begitu pula dengan wajah Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Unsoed, baru-baru ini, santer kabar bahwa tarif sewanya mengalami penaikan. Namun, sudah layakkah tarif sewa Rusunawa dinaikkan? Jika menilik ke masa silam, pernah terjadi kenaikan tarif, sementara […]


  • Rusunawa Punya Cerita

    Oleh: Faida Nasiroturrohmah Azan zuhur tengah berkumandang ketika saya tiba di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Kamis (4/5). Di lantai satu, beberapa mahasiswa duduk bercengkerama, ada pula yang duduk sambil bermain game online di laptop. Lainnya sedang menonton televisi. Satu lantai di atasnya, suasana lebih lengang, terlihat ada mahasiswa yang lewat […]


  • HIDANGAN ISTIMEWA TROTOAR JALAN SOEDIRMAN

    Oleh : Rachmad Ganta Semendawai Terkadang, trotoar bisa menjadi lebih dari sekadar jalur pedestri­an. Beberapa orang bah­kan menjadikan luasan milik publik ini sebagai penggerak roda pereko­nomian bagi hidupnya. Ialah mereka, pedagang kaki lima (PKL) yang me­ramaikan persaingan bisnis di pesisir jalan, kala lepas petang. Wa­rung-warung PKL di pinggiran jalan raya tersebut menjajakan se­suatu yang sulit […]


  • APA KABAR UKM UNIVERSITAS?

    Oleh: Yoga Iswara Rudita Muhammad Area Pusat Kegiatan Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (PKM Unsoed) tampak lebih lengang dari biasanya. Kalau pekan-pekan sebelumnya hampir selalu ramai oleh kegiatan mahasiswa, pekan keempat November ini berbeda suasananya. Tepatnya 26 November 2016, Pendopo PKM Unsoed kehilangan fungsi regulernya sebagai tempat berkegiatan mahasiswa. Tidak ada kegiatan mahasiswa yang diadakan di […]


  • Swalinting: Kepul Asap Keberpihakan

    Oleh: Dara Nuzzul Ramadhan Masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Jawa, telah mengenal akrab istilah linting dhewe. Linting dhewe adalah bahasa Jawa yang artinya melinting sendiri. Biasanya, frasa ini digunakan untuk menyebut proses pembuatan rokok yang mereka isap. Jika dialihbahasakan ke bahasa nasional, kata yang tepat mungkin swalinting, layaknya swasembada, swafoto, swakarya, dan istilah lain yang menggunakan […]


  • Mereka pun Sibuk Berpatroli…

    Oleh: Intan Rifiwanti     Kedua jarum jam mulai bergeser dari angka dua belas. Para pegiat organisasi mahasiswa di Fakultas Pertanian (Faperta) tetap anteng pada agenda, kendati waktu sudah berganti hari. Sorot-sorot senter penjaga malam tegas menembus celah-celah sudut gedung. Mereka sibuk merangkai kalimat santun guna menegur mahasiswa yang tak kunjung bubar. Putus asa, mereka […]


  • Geliang-geliut Kontroversi HTI di Purwokerto

    Oleh: Rachma Amalia “Kita punya mainstream agama yang kokoh di Indonesia,” begitulah petuah dari filsuf Prof. Franz Magnis-Suseno, S.J. tatkala kuliah umum “Kebudayaan, kekuasaan, dan Tantangan Problem Kemanusiaan” yang digagas Fakultas Ilmu Budaya Unsoed. Pada pertemuan di lantai dasar Gedung Rektorat Unsoed Senin (26/10) itu, rohaniwan yang akrab disapa Romo Magnis ini menyinggung adanya ektrimisme […]


  • Sumpah Pemuda, Akses Pendidikan Pemuda?

    PURWOKERTO-Akses pemuda untuk mengenyam pendidikan di Daerah Banyumas kurang. “Tingkat aksesibilitas pendidikan masyarakat Banyumas terhadap pendidikan berkurang, fenomena yang terjadi justru peserta didik di Banyumas lebih didominasi oleh pendatang luar,” ujar Leo Fredick Barus, Ketua Cabang FMN Ranting Purowkerto dalam acara “Malam Kebudayaan” di Alun-alun Purwokerto, Rabu (28/10). Biaya pendidikan juga menjadi salah satu permasalahan […]