Perempuan

Oleh: Marita Dwi Asriyani*

Ilustrasi: Marita Dwi Asriyani

Anak perempuan kini dapat bebas. Kerinjangnya tak dikungkung oleh kolot tetua.

Anak perempuan kini bisa bernapas lega. Ia dapat menghidu aroma kebebasan.

Hak laki-laki dan perempuan telah sama katanya.

Derajatnya sama tinggi.

Perempuan belajar.

Perempuan bekerja.

Perempuan dapat melakukan apapun yang ia suka. Yang ia inginkan.

“ Nduk , jangan bekerja di lain kota. Berbahaya!” kata Bapak

dan aku mengangguk pasrah.

 

 

*Penulis, mahasiswa D3 Bahasa Inggris Unsoed angkatan 2016.

 

Catatan Redaksi:
Tulisan ini dimuat ulang dari Buletin InfoSketsa Edisi 36 | Agustus 2018 pada Rubrik Puisi.