alterntif text

Artikel dalam Kategori " SAJAK "

  • Belalang Bersayap Elang

    Oleh: Nurhidayat*   burung camar menggambar peta bergegas pergi ke utara apa kabar sidang pembaca pantun datang moga gembira   bergegas pergi ke utara sepuluh burung terbang beruntun pantun datang moga gembira sudah lama tidak berpantun   sepuluh burung terbang beruntun terkena angin berayun-ayun sudah lama tidak berpantun pantun receh asal berpantun   terkena angin […]


  • Kartu As yang Ganas

    Oleh: Nurhidayat   Bisa mengatap meski sanggup memondasi Sanggup memayung tangguh menyangga Sanggup berdiplomasi namun sanggup membumi, jika kau politisi Di meja, pun kau yang paling mendominasi   Menjadi kunci kau punya lawan Menjadi janji kau punya kasih Menjadi ancaman kau punya lawan Menjadi hiburan kau punya kawan   Tapi menggerutu jika tak punya kawan […]


  • Kemajuan yang Mundur

      Oleh: Emerald Magma Audha Seribu teman punya Saling berbicara Kenal pun tak Kemajuan yang katanya segalanya Celotehnya terbaik Perasaan tak nyata Sosial katanya Padahal terasing Keheningan angkutan jejal sesak Sekadar obrol,  takut aneh ujarnya Layaknya robot, normal ujarnya iPad hibur anak Orang tua hebat katanya Sepatu tak pernah sobek Ayunan tak pernah bergerak Semua […]


  • Alam-Malam

    Oleh: Ari Mai Masturoh   Renyah riuh tawa segerombol anak muda Bersenjata dawai bernada hingga beraroma Berserah, pasrah Menjemput asa tebungkus ruang angkasa memagutkan diri, mencari jati diri Meski hanya duri yang didapati Tapi, tawa tak mungkin rela berhenti Tanah mengintip, tak lupa merintih Mencoba memadu kasih dengan kerikil mungil Menahan aspal panas yang menindih […]


  • Kirana Candra II – Si Ibu Jingga

    Oleh: Ari Mai Masturoh* Sambut kalbu lembut angin petang menghadang Menghantam peluh penat sepanjang terang Mengais indah panorama selayang pandang Seruput secangkir serbuk hitam berkawin toya hangat. Menepis dingin berlari mengejar, mendekat. Beradu, mengadu, memandu candraMu. “Kirana?” sambutmu lugu penuh ragu, Malu. Sayang, kirana tetap semu Sendu asa di balik keruh kirana candra Terpendar panorama […]


  • Malam Istimewa

    Oleh: Nurhidayat Jumat malam sabtu, sehari lagi minggu ribuan manusia memadati alun-alun tak berumput itu konon, mereka berkumpul untuk menatap sinden idaman. Aku, bukan. Jumat malam Sabtu, ada tiga pintu ribuan kaki melewati lubang itu balkon, jadi tempat baik dan nyaman. Aku, enggan. Jumat malam sabtu, bukan tanggal satu ribuan mata tertipu, sungguh, di tempat […]


  • Pojok Usang Ruang Istimewa

    Pojok Usang Ruang Istimewa

    Oleh: Susilo Fathurrokhman Belantah, buta, dan menyal mereka melangkah Cegak? Mungkin secuil Langkah menunggik seolah tidak mereka Persil lapang nan subur minta di tanduri pohon emas Pasir, liat, kapur, lumpur, gambut, ah semua sama Benamkan benih pada persil lapang! Ambil hara lalu siramkan! Percikkan air biar pucuk akar bersemi-semi Rimbunkan akar, kekarkan batang, jalarkan daun […]


  • Kirana Candra I–Bias Panorama

    Oleh: Ari Mai Masturoh* Bisikannya semakin hari semakin kencang ku dengar gumam keresahan yang tak hentinya kau dengungkan. Perlahan kudekatkan telinga pada nurani. Dan terdengar hembusan lirih Kucoba menerka, Kau coba berkata, “Ketahuilah sayang, sinarnya tak seterang yang ditawarkan, berpura-pura menuntun dalam gelap, namun sejatinya kirana itu hanya pantulan.” Lanjutmu “Kelihaiannya tak tertandingi. Dia bukan […]


  • Elak

    Oleh: Yenny Fitri Kumalasari I. Kutulis surat untuk laut Angin menghembusnya Kutulis pula pada pasir Ombak menggulungnya Lalu, kutulis padamu II. Denting jam dinding kurasaberhenti Angin malam laksana engganmenghampiri Dan dirimu, di balikPintu itu, memunggungi III. Baru saja kulihat pria menangisdi balik kopiahnya Dengan air kendi dan asap batangsembilan senti IV. Air tak pernah sekeruh […]


  • Selatan

    Oleh: Bernadeta Valentina* Ada lagi hari bersalam fiksi tumbang merata nyatanya kau masihberjibaku dalam seribu saturagu aku marah. Meski masih gaungriang tiada sadar taksatupun terang hanya bertelut disudut Selatan yang katanyalebih hangat mengikuti bumiyang limbung tapi dinginmengerat dan aku taktertolong hanya yang dinegeri lain kau jelas lugas lebih bernafas oh, hidup lebihluas kalau kau mautahu, […]