alterntif text

Artikel dalam Kategori " SASTRA "

  • Oase

    Oleh: Nurhidayat Nama itu, indah didengar, mengoase gurun kemungkaran Para pengelana muda,yang berapi-api, mudah menelan Para pemikir mulai meneran, memagari oase beracun Pengelana muda mulai melompat, bahkan mulai mendobrak Mengapa harus dipagari itu oase beracun? Kenapa tak saja kau nasihati saja para peminum? Memang, mereka sudah mabuk kesucian racun… Sudah terlalu lama mereka mencerna klerak, […]


  • TKI dalam Konotasi Kasar

    Oleh: Soliah* Luasnya negeri ini, tak buatku mampu berdiri Ekonomi miring bonus desakan utang dikuping Apalah daya ketrampilan ditangan, apalah daya nasib menyambung pangan Semua pandang pendidikan, jadilah pergi kenegeri orang Ringantangan nan kejam sudah jadi bumbu mimpi, ku tahan demi sanak sodari Tapi….. Jikalauuang tak diberi, harus apakah diri yang lemah ini Sobeksudah tenunan […]


  • Kelesah

    Oleh: Mustiyani Dewi K. Sayapku mulai lemah Kaki ku mulai lumpuh, Membeku dalam dimensi Ah,, Dimensi ini kian membelenggu Menghanyutkanku ke lembah ini Masih bisakah aku mengangkasa hanya dengan satu sayap ? Sedang satunya lagi, memar hampir teramputasi Terlalu berharap… Mengangkasa ?? Mengepakkan sayap saja aku kesakitan Aku mungkin lupa, sempat buyar dari gumpal otak […]


  • Rasum Semar Bawor

    Oleh : Supriono Deriji-deriji memautkan materi Ilahi Mereguk menyauk maujud mangkuk Rempah gabah nampak meriah Si nyiur turut berbaur Antah-antah berbagi tengkel-tengkelnya Bersekata bersua khalayak banyak Ramai riuh rendah beranak pinak Semar Bawor masih terang bersemayam di sanubari Bersila beriringan berkerumun santun Tembang-tembang syukur tersiar terdengar Meruncing akan sang Pencipta Sujud sembah tak berkilah Sinis […]


  • Penulis Malam

    Oleh: Muhammad Aditya Firdaus* Surya melenyap gulita seketika Mengekang jiwa insan dunia Semua senyap sunyi tak terperi Malaikat pergi setan menari Ketakutan menyeringai mencabik-cabik hati Merobek jiwa tanpa welas asih Setiap insan mengurung diri Aku, kerbau dibawakan jagal Bangkit! Bangkitlah mereka semua dari liang! Laksana makhluk terkutuk jiwa terlaknat Mereka bersiul, meratap, berteriak Teranggap bisul […]


  • Metamorfosa

    Oleh: Muhammad Zaky Kau hadir di tengah padatnya dunia Dari selasih jadi segumpal bola Tahap demi tahap kau sempurnakan ragamu Agar kau siap hadapi dunia Perlahan mata terbuka Mencoba menatap sadisnya dunia Kau coba merengkuh masa depan Dengan jemari mungilmu Waktu berlalu hingga tubuhmu ereksi Kau langkahkan kaki dan kau tatap dunia Sejuta asa kau […]


  • Eja Kula Si Posisi

    Oleh: Sucipto, Nurhidayat, dan Supriono Menjamah hingga membelah Membabi buta tak tau arah Tak jelas membela atau memerang Jika aku kan kukikir hingga kikir Hunusan tak salah menyayat Menunjuk dan mengengkaukan Sampai tak ada cermin tuk berbicara Bodoh! Seolah bumiputera bersalah Sang telanjang dilucuti Hingga intisari nadi tak terperi Denyut maut merenggut Pasal apa jepit […]


  • Negeri Karam

    Oleh: Bernadeta Valentina* Masih terlalu gelap. Jarum jam memulai Kisah terik, dedaunan kelam Detak nafas. Memburu hidup Jejak kecil rindu kampung halaman Dengungan mesin, ombak dalam bau mur Darah atau keringat tak tahu yang mana Saat itu dihadapanku, sejauh dunia Nahkoda tengik dan kapal karam Wanita-wanita memanggul ikan. Saat itu, Hanya ada satu negeri Sebuah […]


  • Kumbang Rembang

    Oleh: Sucipto* Meraung-raung saung biru di temaram Tak peduli dromologi semakin meninggi Bercaping dan bersarung tahan hantam Semakin dihantam semakin tinggi nyali Diinjak di atas kaki bergerigi Tak peduli! Hati tetap tahan jeruji Mulut dibungkam, telinga dibentak Tak ada urusan. Tetap tak bergerak! Jungkat-jungkit besi makin kokoh berisi Mondar-mandir di tengah nadir Mengutus aparat yang […]


  • Pancing Mata Canting

    Oleh: Nurhidayat keruh sedikit kumuh, kecantikanmu air mata mengalir ke arah kota padi disana menertawai keburukbahagiaanmu ngengat gila bersahabat dengan masa lama waktu bukan satu-satunya yang membuatmu renta, Tua! manusia-manusia tanpa dada yang mengorbankan entah esok entah lusa kau laka gores air mata tinggal halaman engkau rela bersedih, kenapa? engkau suka menangis, elok kah? berbahagia itu […]