alterntif text

Artikel dalam Kategori " SASTRA "

  • Pria yang selalu Menatap Jalan

    Oleh : Supriono ENTAH sejak kapan pria itu duduk di pos ronda. Aku memandanginya dari sudut jendela kamar rumahku, Ia sama sekali tak aneh. Wajahnya tak kumal tak pucat pula, Ia nampak  selalu memandangi jalan. Sesekali Ia hanya mengedipkan matanya yang tak memancarkan beban maupun harapan. Rumahku tak terlalu jauh dari pos ronda itu, hanya […]


  • Kirana Candra I–Bias Panorama

    Oleh: Ari Mai Masturoh* Bisikannya semakin hari semakin kencang ku dengar gumam keresahan yang tak hentinya kau dengungkan. Perlahan kudekatkan telinga pada nurani. Dan terdengar hembusan lirih Kucoba menerka, Kau coba berkata, “Ketahuilah sayang, sinarnya tak seterang yang ditawarkan, berpura-pura menuntun dalam gelap, namun sejatinya kirana itu hanya pantulan.” Lanjutmu “Kelihaiannya tak tertandingi. Dia bukan […]


  • Elak

    Oleh: Yenny Fitri Kumalasari I. Kutulis surat untuk laut Angin menghembusnya Kutulis pula pada pasir Ombak menggulungnya Lalu, kutulis padamu II. Denting jam dinding kurasaberhenti Angin malam laksana engganmenghampiri Dan dirimu, di balikPintu itu, memunggungi III. Baru saja kulihat pria menangisdi balik kopiahnya Dengan air kendi dan asap batangsembilan senti IV. Air tak pernah sekeruh […]


  • Selatan

    Oleh: Bernadeta Valentina* Ada lagi hari bersalam fiksi tumbang merata nyatanya kau masihberjibaku dalam seribu saturagu aku marah. Meski masih gaungriang tiada sadar taksatupun terang hanya bertelut disudut Selatan yang katanyalebih hangat mengikuti bumiyang limbung tapi dinginmengerat dan aku taktertolong hanya yang dinegeri lain kau jelas lugas lebih bernafas oh, hidup lebihluas kalau kau mautahu, […]


  • Neraka untuk Pinus

    Oleh: Rachma Amalia Gadis berkebaya itu meraung Kesakitan hatinya sudah di ujung Daun kering itu menghampiri Neraka akan pindah ke Bumi Pohon pinus kesayangan Tubuh sang gadis menegang Bukan lagi sejuk di hati Panas itu membawanya mati Gemetar badan sang gadis Ia rindu temannya, pinus Malaikat akan bawa dia ke neraka Penyesalan gadis sia-sia Pinus […]


  • Oase

    Oleh: Nurhidayat Nama itu, indah didengar, mengoase gurun kemungkaran Para pengelana muda,yang berapi-api, mudah menelan Para pemikir mulai meneran, memagari oase beracun Pengelana muda mulai melompat, bahkan mulai mendobrak Mengapa harus dipagari itu oase beracun? Kenapa tak saja kau nasihati saja para peminum? Memang, mereka sudah mabuk kesucian racun… Sudah terlalu lama mereka mencerna klerak, […]


  • TKI dalam Konotasi Kasar

    Oleh: Soliah* Luasnya negeri ini, tak buatku mampu berdiri Ekonomi miring bonus desakan utang dikuping Apalah daya ketrampilan ditangan, apalah daya nasib menyambung pangan Semua pandang pendidikan, jadilah pergi kenegeri orang Ringantangan nan kejam sudah jadi bumbu mimpi, ku tahan demi sanak sodari Tapi….. Jikalauuang tak diberi, harus apakah diri yang lemah ini Sobeksudah tenunan […]


  • Kelesah

    Oleh: Mustiyani Dewi K. Sayapku mulai lemah Kaki ku mulai lumpuh, Membeku dalam dimensi Ah,, Dimensi ini kian membelenggu Menghanyutkanku ke lembah ini Masih bisakah aku mengangkasa hanya dengan satu sayap ? Sedang satunya lagi, memar hampir teramputasi Terlalu berharap… Mengangkasa ?? Mengepakkan sayap saja aku kesakitan Aku mungkin lupa, sempat buyar dari gumpal otak […]


  • Rasum Semar Bawor

    Oleh : Supriono Deriji-deriji memautkan materi Ilahi Mereguk menyauk maujud mangkuk Rempah gabah nampak meriah Si nyiur turut berbaur Antah-antah berbagi tengkel-tengkelnya Bersekata bersua khalayak banyak Ramai riuh rendah beranak pinak Semar Bawor masih terang bersemayam di sanubari Bersila beriringan berkerumun santun Tembang-tembang syukur tersiar terdengar Meruncing akan sang Pencipta Sujud sembah tak berkilah Sinis […]


  • Penulis Malam

    Oleh: Muhammad Aditya Firdaus* Surya melenyap gulita seketika Mengekang jiwa insan dunia Semua senyap sunyi tak terperi Malaikat pergi setan menari Ketakutan menyeringai mencabik-cabik hati Merobek jiwa tanpa welas asih Setiap insan mengurung diri Aku, kerbau dibawakan jagal Bangkit! Bangkitlah mereka semua dari liang! Laksana makhluk terkutuk jiwa terlaknat Mereka bersiul, meratap, berteriak Teranggap bisul […]