alterntif text

Artikel dalam Kategori " SASTRA "

  • Kirana Candra II – Si Ibu Jingga

    Oleh: Ari Mai Masturoh* Sambut kalbu lembut angin petang menghadang Menghantam peluh penat sepanjang terang Mengais indah panorama selayang pandang Seruput secangkir serbuk hitam berkawin toya hangat. Menepis dingin berlari mengejar, mendekat. Beradu, mengadu, memandu candraMu. “Kirana?” sambutmu lugu penuh ragu, Malu. Sayang, kirana tetap semu Sendu asa di balik keruh kirana candra Terpendar panorama […]


  • Malam Istimewa

    Oleh: Nurhidayat Jumat malam sabtu, sehari lagi minggu ribuan manusia memadati alun-alun tak berumput itu konon, mereka berkumpul untuk menatap sinden idaman. Aku, bukan. Jumat malam Sabtu, ada tiga pintu ribuan kaki melewati lubang itu balkon, jadi tempat baik dan nyaman. Aku, enggan. Jumat malam sabtu, bukan tanggal satu ribuan mata tertipu, sungguh, di tempat […]


  • Sastra Penyingkap Tabu ‘65

    Oleh: Muhammad Fauzi* “Kecondongan buku-buku pada masa Orde Baru, dimana dalang utama dari gerakan 30 September adalah PKI, dan pemenangnya adalah pihak Angkatan Darat yang menumpas PKI hingga ke akar-akarnya. Adapun para korban pembantaiannya adalah ekses-ekses dari PKI,” tutur Hariyadi Ph.D, dosen Sosiologi Unsoed, dalam diskusi “Rekonsiliasi Kultural Melalui Fiksi 1965” Rabu, (30/9). Ia menambahkan, buku […]


  • Tiba Pati

    Tiba Pati

    Tiba Pati [1] Oleh: Nurhidayat[2] Irama musik marawis bersilih ganti dengan orkes koplo dari tetangga samping kiri rumah membuatku uring-uringan. Musik akherati dan musik duniawi yang saling bersubtitusi itu sungguh menidaklelapkan tidur malam-malam ini. Bukan karena musiknya sebenarnya, namun karena umurku yang sudah nyaris kepala tiga dan tak juga bisa menemukan jodoh yang kelak kujadikan […]


  • Pojok Usang Ruang Istimewa

    Pojok Usang Ruang Istimewa

    Oleh: Susilo Fathurrokhman Belantah, buta, dan menyal mereka melangkah Cegak? Mungkin secuil Langkah menunggik seolah tidak mereka Persil lapang nan subur minta di tanduri pohon emas Pasir, liat, kapur, lumpur, gambut, ah semua sama Benamkan benih pada persil lapang! Ambil hara lalu siramkan! Percikkan air biar pucuk akar bersemi-semi Rimbunkan akar, kekarkan batang, jalarkan daun […]


  • Pria yang selalu Menatap Jalan

    Oleh : Supriono ENTAH sejak kapan pria itu duduk di pos ronda. Aku memandanginya dari sudut jendela kamar rumahku, Ia sama sekali tak aneh. Wajahnya tak kumal tak pucat pula, Ia nampak  selalu memandangi jalan. Sesekali Ia hanya mengedipkan matanya yang tak memancarkan beban maupun harapan. Rumahku tak terlalu jauh dari pos ronda itu, hanya […]


  • Kirana Candra I–Bias Panorama

    Oleh: Ari Mai Masturoh* Bisikannya semakin hari semakin kencang ku dengar gumam keresahan yang tak hentinya kau dengungkan. Perlahan kudekatkan telinga pada nurani. Dan terdengar hembusan lirih Kucoba menerka, Kau coba berkata, “Ketahuilah sayang, sinarnya tak seterang yang ditawarkan, berpura-pura menuntun dalam gelap, namun sejatinya kirana itu hanya pantulan.” Lanjutmu “Kelihaiannya tak tertandingi. Dia bukan […]


  • Elak

    Oleh: Yenny Fitri Kumalasari I. Kutulis surat untuk laut Angin menghembusnya Kutulis pula pada pasir Ombak menggulungnya Lalu, kutulis padamu II. Denting jam dinding kurasaberhenti Angin malam laksana engganmenghampiri Dan dirimu, di balikPintu itu, memunggungi III. Baru saja kulihat pria menangisdi balik kopiahnya Dengan air kendi dan asap batangsembilan senti IV. Air tak pernah sekeruh […]


  • Selatan

    Oleh: Bernadeta Valentina* Ada lagi hari bersalam fiksi tumbang merata nyatanya kau masihberjibaku dalam seribu saturagu aku marah. Meski masih gaungriang tiada sadar taksatupun terang hanya bertelut disudut Selatan yang katanyalebih hangat mengikuti bumiyang limbung tapi dinginmengerat dan aku taktertolong hanya yang dinegeri lain kau jelas lugas lebih bernafas oh, hidup lebihluas kalau kau mautahu, […]


  • Neraka untuk Pinus

    Oleh: Rachma Amalia Gadis berkebaya itu meraung Kesakitan hatinya sudah di ujung Daun kering itu menghampiri Neraka akan pindah ke Bumi Pohon pinus kesayangan Tubuh sang gadis menegang Bukan lagi sejuk di hati Panas itu membawanya mati Gemetar badan sang gadis Ia rindu temannya, pinus Malaikat akan bawa dia ke neraka Penyesalan gadis sia-sia Pinus […]