alterntif text

Artikel dalam Kategori " CERPEN "

  • Semanis Senyum Mardiyem

    Oleh: Reni Nuryanti Sudah hampir sebulan Mardiyem jadi pendiam. Senyumnya tak lagi mengembang. Padahal kata orang, senyum Mardiyem dianggap paling manis di Desa Rungkang. Mardiyem tidak pernah mengerti mengapa senyumnya sangat berarti. Padahal dia sendiri merasa tak tega melihat senyumnya. Lekas-lekas Mardiyem mengambil cermin, lalu menaruhnya di kolong ranjang. Pagi itu Mardiyem tampak semringah. Alam […]


  • Dikata Janah Si Kadaluwarsa

    Oleh: Indah Ciptaning Widi Aku pernah kadaluwarsa ketika adik perempuanku lahir. Tercuri seluruh kasih sayang ibu yang terasa segar baginya, sedang aku sibuk mencari-cari perhatian lainnya. Dan aku pernah merasa sangat kadaluwarsa saat kekasihku memutus tali pertunangan kita karena dikata aku perempuan yang tak sabar. Lantas ia menemui perempuan lain yang jauh lebih sabar. Kapan […]


  • Ayah Merantau ke Luar Angkasa

    Oleh: Wisnu Sumarwan* “Ayahmu sedang merantau, Nak….” “Untuk apa merantau, Bu?” “Untuk pulang lagi nanti, Nak….” Ibu berbisik padaku di suatu malam sunyi pekat seperti kopi tubruk yang kini sudah dingin di meja menyisakan ampas-ampas getir di dasar gelas. Aku ingin bertanya lagi sebenarnya. Tapi, waktu itu aku masih terlalu kecil untuk bisa memahami perkataan […]


  • Asmaradana

    Oleh: Permadi Suntama Tetes embun menyelinap dan membungkusi daun pisang yang menetaskan sayap kupu-kupu untuk terbang. Menjemput serbuk sari pada bunga-bunga yang telah membuka kuncupnya. Sayup suara bayi kelelawar yang menangis karena terjepit di ujung kuncup daun pisang. Suaranya tidak mau kalah dengan bunga-bunga yang bermekaran. Tamparan kepak sang induk kelelawar, menjadi mula dari perjalanannya. […]


  • Memajang Nini

    Oleh: Muhammad Qadhafi Ini malam bukan purnama. Tiada perayaan panen. Sedang di hadapan nyala neon museum, mata kantuk penonton bayaran, serta handycam pelancong yang berkedip merah—Nini tanpa kaki itu dipaksa menari. “Mengapa dipegangi begitu?” tanya George lirih, sambil pasang perekam pada tripod yang berdiri dua langkah dari batas teritorial menari Nini. Seorang pemandu bernama Dendi […]


  • Lukisan Bima

    Oleh: Vicky Nurul Islamiyah Aku berdiri di depan pintu ruang kerja bapak. Tangan kananku berusaha meraih gagang pintu dan membukanya perlahan. Seketika itu, hawa pengap bercampur debu menyergap penciumanku. Langit-langit mulai dipenuhi jaring laba-laba. Beberapa hewan kecil tersangkut di dalamnya. Maklum saja, semenjak bapak dibawa pergi ke “tempat” itu, ruangan ini dikunci rapat oleh ibu. […]


  • Judul Penulis Muda

    Oleh: Nurhidayat* Awalnya dia bercita-cita jadi wartawan, namun karena gajinya kecil dan dia tentu sudah membaca kasus Udin, dia ngeri juga. Lalu setelah jadi sarjana sastra, dia ingin menjadi penulis saja. Harapannya, dia bisa mengkritik masyarakat dengan tulisan-tulisannya. Penulis lebih aman lah, ingat bahwa wartawan yang kritis bisa jadi akan dibunuh seperti Udin. Konon, wartawan […]


  • Istri Bupati

    Oleh: Nday Sudah larut malam dan istri bupati ini masih hilir mudik di depan Balai Dharma Wanita dengan riasannya. Energinya tampak tidak berkurang sejak ia memastikan bahwa ruang pertemuan telah sesuai dengan yang dikehendakinya dari tadi siang hingga menjelang sore ini. Sehabis magrib, ia menyempatkan untuk pulang sebelum suaminya tiba di rumah. Setelah itu, tidak […]


  • Catatan Para Malaikat

    Oleh: Syifa Fauziah Hanya ada dua hal yang bisa kau percayai di dunia saat ini: kebenaran dan kebohongan. Orang-orang tampaknya lebih percaya dan tertarik dengan apa yang dinamakan kebenaran, sehingga mereka selalu sibuk membolak-balik lembar-lembar tulisan kebenaran. Lembar-lembar itu banyak tersebar, kau bisa dapatkan hampir di mana pun. Terkadang ada pula yang akan membacakannya untuk […]


  • Bayangan Amis

    Oleh: Priyo Handoko Orang-orang berhamburan mendekati rel yang baru saja dilewati kereta api eksekutif dari Jakarta beberapa detik lalu. Namun, rasa penasaran yang meledak cepat berganti menjadi jerit kengerian. Ada yang langsung pergi sambil muntah. Ada pula yang meludah sambil menyumpah. Perut mereka terasa mual. Benar-benar magrib yang sial. Meski begitu, jumlah orang yang tertarik […]