alterntif text

Artikel dalam Kategori " SASTRA "

  • Pria Berkerah Biru

    Oleh: Mushanif Ramdany* Kala sore berjalan menyusuri alun kota binar kesunyian kian melambai Ia datang sampai ketika jalan dipenuhi duri tajam seraya bertanya: “Tahukah kamu pria berkerah biru itu?” seketika mengerut dahi sang pawang UU   Lama dalam jeruji Asal ketuk jadi   Sang pawang angkat bicara: “Aku tak kenal dia, tapi aku kenal orang […]


  • Semanis Senyum Mardiyem

    Oleh: Reni Nuryanti Sudah hampir sebulan Mardiyem jadi pendiam. Senyumnya tak lagi mengembang. Padahal kata orang, senyum Mardiyem dianggap paling manis di Desa Rungkang. Mardiyem tidak pernah mengerti mengapa senyumnya sangat berarti. Padahal dia sendiri merasa tak tega melihat senyumnya. Lekas-lekas Mardiyem mengambil cermin, lalu menaruhnya di kolong ranjang. Pagi itu Mardiyem tampak semringah. Alam […]


  • Perempuan

    Oleh: Marita Dwi Asriyani* Anak perempuan kini dapat bebas. Kerinjangnya tak dikungkung oleh kolot tetua. Anak perempuan kini bisa bernapas lega. Ia dapat menghidu aroma kebebasan. Hak laki-laki dan perempuan telah sama katanya. Derajatnya sama tinggi. Perempuan belajar. Perempuan bekerja. Perempuan dapat melakukan apapun yang ia suka. Yang ia inginkan. “ Nduk , jangan bekerja […]


  • Dikata Janah Si Kadaluwarsa

    Oleh: Indah Ciptaning Widi Aku pernah kadaluwarsa ketika adik perempuanku lahir. Tercuri seluruh kasih sayang ibu yang terasa segar baginya, sedang aku sibuk mencari-cari perhatian lainnya. Dan aku pernah merasa sangat kadaluwarsa saat kekasihku memutus tali pertunangan kita karena dikata aku perempuan yang tak sabar. Lantas ia menemui perempuan lain yang jauh lebih sabar. Kapan […]


  • Visi

    Oleh: Helda Puspitasari* Salam mimpi yang terbaca lewat gerak desir nadi yang mencabangkan akar-akar kehidupan, merapalkan senyum harapan mengalun bersama napas angin Diftong-diftong keras menggapai puncak boma melodi sarat hasrat emosi Pori-pori harum Pertiwi memekikkan seruak bumi pekuburan Detak-detak sanggul buana raya Tercium engkau pada cemerlang wajah purnama nan juwita Serbuk sari dipermainkan ia ke […]


  • Koboi-koboi Setelah Perang

    Oleh: Yoga Iswara Rudita Muhammad* Satu pelor menancap di kepala lawan Tess! Masih kuat jua dia berdiri Sayang, dia roboh di sekon keempat Asik betul bisnis penghilangan nyawa ini Mencopot nyawa orang Habis itu dibayar pula Keadilan mesti ditegakkan Panji-panji itu melindungimu Mata dibalas mata Nyawa dibalas mata Sekali kita berurusan, sekali pula diselesaikan Deru […]


  • Ayah Merantau ke Luar Angkasa

    Oleh: Wisnu Sumarwan* “Ayahmu sedang merantau, Nak….” “Untuk apa merantau, Bu?” “Untuk pulang lagi nanti, Nak….” Ibu berbisik padaku di suatu malam sunyi pekat seperti kopi tubruk yang kini sudah dingin di meja menyisakan ampas-ampas getir di dasar gelas. Aku ingin bertanya lagi sebenarnya. Tapi, waktu itu aku masih terlalu kecil untuk bisa memahami perkataan […]


  • Asmaradana

    Oleh: Permadi Suntama Tetes embun menyelinap dan membungkusi daun pisang yang menetaskan sayap kupu-kupu untuk terbang. Menjemput serbuk sari pada bunga-bunga yang telah membuka kuncupnya. Sayup suara bayi kelelawar yang menangis karena terjepit di ujung kuncup daun pisang. Suaranya tidak mau kalah dengan bunga-bunga yang bermekaran. Tamparan kepak sang induk kelelawar, menjadi mula dari perjalanannya. […]


  • Solilokui Benih Pohon

    Oleh: Emerald Magma Audha* Sesungguhnya aku hanyalah sebintik semi, tumbuh di selingkung batang berserak. Kala merasai sekeliling, dadaku sesak. Koyak. Lantas itu menuai getir yang merisak. Lalu mendesak. Sudahnya aku cuma terisak. Meski terisak, suasana tetap nyenyak. Paling hanya bunyi kersak. Ingin rasanya aku berteriak. Supaya getir ini bisa usak. Tubuhku masih lunak, tapi cuma […]


  • Memajang Nini

    Oleh: Muhammad Qadhafi Ini malam bukan purnama. Tiada perayaan panen. Sedang di hadapan nyala neon museum, mata kantuk penonton bayaran, serta handycam pelancong yang berkedip merah—Nini tanpa kaki itu dipaksa menari. “Mengapa dipegangi begitu?” tanya George lirih, sambil pasang perekam pada tripod yang berdiri dua langkah dari batas teritorial menari Nini. Seorang pemandu bernama Dendi […]