alterntif text

Artikel dalam Kategori " OPINI "

  • Lemahnya Pers Mahasiswa

    Oleh: Nurhidayat*   Dibebaskan tanpa dilindungi sama saja dijerumuskan. Awak pers mahasiswa benar-benar mengalami hal tersebut, jika saya boleh sedikit bercerita. Status pers mahasiswa yang bukan perusahaan pers berbadan hukum membuat persma tidak terlindungi secara utuh. Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Didaktika Universitas Negeri Jakarta yang dirusak kantor redaksinya (2013), LPM Ekspresi Universitas Negeri Yogyakarta yang […]


  • Melawan “Kepandiran” Pers Mahasiswa

    Oleh: Emerald Magma Audha* Kala membaca sebuah berita—yang katanya produk jurnalistik, kening saya langsung mengernyit, akal mumet. Tulisan itu tertampung dalam dua lembar kertas A4, ditautkan dengan staples di garis tengah. Lalu, kertas dilepit dua bagian, jadilah semacam leaflet delapan halaman. Terbitan itu bernuansa hitam putih. Saya menemukannya beberapa waktu lalu—menjelang permulaan semester gasal, tergeletak […]


  • Menolak Jam Malam

    Kini, isu jam malam kembali menggugah atensi untuk mengulik kisah penerapan aturan berkegiatan mahasiswa di kampus berpatung Jenderal Soedirman berkuda. Istilah jam malam sebenarnya cukup membingungkan apabila hanya diartikan secara harfiah. Pasalnya, penggunaan istilah tersebut hanya lazim digunakan tatkala sebuah wilayah tengah mengalami keadaan genting. Namun, sekarang, ketika kondisi darurat sudah jarang ditemukan di Indonesia, […]


  • Intransparansi di Unsoed: PR Ryan di Tahun 2017

    Intransparansi di Unsoed: PR Ryan di Tahun 2017

    Pemira sebagai pesta demokrasinya mahasiswa Unsoed, yang dulu identik jadi momen riuh dengan persaingan antar calon, kini agaknya terasa berbeda. Kontestannya cuma sepasang, tanpa rivalitas. Akhirnya, kotak kosong jadi pembanding yang tak sebanding. Pesta kurang meriah, tak ada kembang api persaingan dalam pesta demokrasi saat ini. Meski masa pendaftaran Calon Presiden dan Wakil Presiden BEM […]


  • Menyikapi UKT, Uang Pangkal, hingga Mengutuk Intransparansi

    Menyikapi UKT, Uang Pangkal, hingga Mengutuk Intransparansi

    Unsoed menerapkan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) sejak 2012. UKT berlaku dengan ditiadakannya biaya  awal masuk perguruan tinggi yang memiliki beragam nama di tiap universitas, Unsoed menamakannya Uang Pangkal (UP), atau yang dulu disebut SPI (Sumbangan Pengembangan Institusi). Biaya awal tersebut seakan-akan dicicil  bertahap per semester, dengan nominal UKT yang berbeda tiap tingkat kemampuan ekonomi […]


  • Pasar Tradisional di Tengah Gempuran Modernisasi

    Oleh: Susilo Fathurrokhman Saat ini modernisasi telah menjalar ke seluruh sendi-sendi kehidupan manusia. Mulai dari sosial, politik, tetatanegaraan, budaya, hingga ekonomi tak lepas dari proses modernisasi. Modernisasi dalam bidang ekonomi salah satunya dapat dilihat dari bergesernya tren masyarakat dalam berbelanja. Pertumbuhan pasar modern berbanding lurus dengan pangsa pasarnya, sedangkan untuk pasar tradisional terus mengalami pelemahan. […]


  • Resolusi ASEAN dalam Pemenuhan Hak Penyadang Disabilitas

    Oleh:  Andhika Dewantara Penyandang disabilitas atau dalam bahasa kasarnya cacat merupakan salah satu dari permasalahan sosial yang di alami oleh berbagai dunia saat ini. Berbicara mengenai masalah sosial menurut Horton dan Leslie, masalah sosial adalah suatu kondisi yang dirasakan banyak orang tidak menyenangkan serta menuntut pemecahan melalui aksi sosial secara koletif. Sedangkan menurut Robert L, Barkermasalah […]


  • Buruh Bukan Objek Hari Buruh

    Oleh: Bernadeta Valentina Gerobak pengangkut kerikil menemani para pekerja yang dengan ulet menambal aspal dipinggir jalan. Permukaan aspal jalan di sekitar mereka masih basah. Sambil sesekali membasuh peluh, sejenak mereka berhenti dan dengan seksama menatap deretan mahasiswa dengan riuh penuh bendera dan papan tuntutan lewat dekat sekali dengan mereka sambil meneriakan seruan keadilan. Setelah rombongan […]


  • Nasionalisme Ekonomi Melawan Freeport

    Oleh: Nurhidayat Sebagai anggota organisasi yang berlabel “Negara Merdeka” tentu saja saya enggan berkompromi terkait kemerdekaan. Itulah hal mutlak yang diyakini para pendiri negara ini. Bahkan, mereka menekankan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Filosofi yang wajar sebab para induk itu berjuang dengan musuh yang benar-benar musuh negara, penjajah. Nasionalisme yang saya singgung dengan tulisan […]


  • Pengkornya Demokrasi Indonesia

    Oleh : Supriono Ketika saya masih berseragam sekolah menengah, saya pernah bercakap-cakap dengan Pak Prap dikantornya. Beliau hanyalah seorang staf TU sekolah yang bukan guru tak tetap, apalagi civil servant. Beliau nampak sedikit menggerutu waktu itu, disambi menyeruput kopi hitamnya yang nampak pekat sekali, ia mengeluhkan upah jerih keringatnya yang payah tak mundhak, sedangkan pegaweane seng saya manak. […]