Wi-Fi PKM Bermasalah Lagi: Server atau Human Error?

Terminal Wi-Fi PKM, Foto: Diana Nabila

PURWOKERTO-Wireless Fidelity (Wi-Fi ) Unsoed yang ada di Komplek Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) kembali bemasalah. Sudah terhitung 1 minggu sejak Selasa (28/7), Wi-Fi tersebut tidak dapat diakses (down). Padahal, baru sekitar 1 bulan lalu, Wi-Fi tersebut sudah diperbaiki oleh Unit Pelaksana Teknis Pusat Komputer (UPT Puskom) Unsoed.

Ditemui Senin (3/8) siang di ruangannya, Kepala UPT Puskom Unsoed Prof. Dr. Ir. Wardana Suryapratama, M.S menjelaskan bahwa hal tersebut biasanya bisa diatasi dengan cukup mereset server atau listrik. “Kalau (Wi-Fi-red) down gitu ya, terus digunakan masih down lagi, direset saja,” jelasnya. Namun ketika sudah mereset listrik dan Wi-Fi tetap down, ada kemungkinan harus dicek langsung dari server Wi-Fi PKM yang selama ini diletakan di dalam sekretariat UKM Racana Soedirman yang berada di Komplek PKM.

Namun karena sekretariat tersebut hanya berfungsi sebagai perpustakaan sehingga sering nampak sepi dan jarang dikunjungi,. Hal itu menyebabkan UPT Puskom kurang dapat mengawasi dan mengecek secara langsung keadaan server Wi-Fi  PKM.

Langin, salah satu staf UPT Puskom, juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah memperbaiki server tersebut sekitar 1 bulan yang lalu. “Pas kemarin kita kesana memang yang di box (server) itu buka-tutupnya (pintu serverred) mudah. Jadi ada kabel (RJ45) yang langsung masuk ke dalem. Nah, untuk itu kita sudah peringatkan untuk nggak boleh langsung pasang (kabel RJ45–red) ke dalem box (server) itu,” ungkap Langin.

Menurut Dwi Intan, Ketua UKM Racana Soedirman, pihak Racana sebelumnya tidak dapat mengakses sinyal Wi-Fi PKM. Racana Soedirman juga pernah melaporkan hal ini ke UPT Puskom Unsoed. Namun, ketika disinggung mengenai adanya kabel RJ45 yang pernah ditemukan terpasang secara ilegal di sekre Racana Soedirman, pihaknya pernah memberikan peringatan ke anggota racana. “Pernah diperingati. Tapi kalo untuk dikasih hukuman lebih nanti sulit,” ungkapnya.

Menurut Langin, pihaknya sudah mengeluarkan kabel tambahan untuk akses internet lokal sehingga pintu server tak dibobol lagi. “Jadi kalo nggak salah kita kemarin keluarin kabelnya 1 untuk akses lokal. Supaya nanti yang nempati disitu tidak gampang buka-tutup (serverred),” tambahnya. Ia juga menjelaskan bahwa jika kabel RJ45 yang dikeluarkan tersebut dipakai untuk akses lokal, seharusnya tidak mempengaruhi kestabilan terminal Wi-Fi yang ada.

“Ya nanti dirembuk aja, baiknya gimana. Troublenya banyak sih, bisa Wi-Fi nya, servernya atau jaringannya, atau suplly-nya, listriknya yang nggak stabil. Besok coba kita lihat ya,” ungkap Prof. Wardana. Ia juga menjelaskan bahwa kemungkinan nanti pihaknya akan mencoba mengumpulkan perwakilan dari tiap UKM tingkat Universitas untuk bekerja sama mengelola fasilitas Wi-Fi, “Agar kita bareng-bareng ngelola biar tidak terjadi salah tafsir, dan penyalahgunaan,” imbuhnya. (Rachma Amalia/Diana Nabila)