Ternak Lokal: dari Ketahanan Pangan, SMD, Sampai Peran Perguruan Tinggi

Pegiat Ismapeti dan pembicara. (Foto: Ludbizar)

Pegiat Ismapeti dan pembicara. (Foto: Ludbizar)

PURWOKERTO-(26/9) Ternak lokal berpotensi untuk menciptakan kedaulatan pangan. Hal yang diperlukan untuk mewujudkannya ialah optimalisasi di hulu dan hilir agribisnis peternakan, perbaikan sistem SMD (Sarjana Masuk Desa), dan peningkatan peran perguruan tinggi dalam mengembangkan produksi ternak lokal.

Kepala BBPTU-HPT Baturraden Ali Rahman mengatakan bahwa optimalisasi ternak lokal perlu dilakukan di sisi hulu -berupa peningkatan kualitas dan kuantitas- dan hilir-berupa peningkatan produksi. Menurutnya, ketahanan pangan sangat vital bagi kelangsungan suatu negara. Jika ketahanan pangan suatu negara runtuh, maka runtuh pula negara yang bersangkutan. “Runtuhnya pangan suatu negara maka runtuhlah negara tersebut,” ucapnya.

Lain lagi apa yang diutarakan oleh Ketua Asosiasi Sarjana Membangun Desa, Eko Dodi Pramono, S.Pt., dia lebih menekankan peran sarjana khususnya sarjana peternakan dalam mengoptimalkan ternak lokal agar ketahanan pangan dapat tercapai melalui berbagai program yang dijalankannya di Sarjana Membangun Desa (SMD). Dia juga menyampaikan bahwa passion yang tinggi dalam beraksi dalam wadah SMD sangat penting. Akan percuma jika SDM yang ada di SMD hanya sekedar menumpang mengais nafkah tanpa ada passion dalam diri mereka dalam melakukan pekerjaan dan strategi SMD dengan sepenuh hati. Strategi yang dilakukannya melalui SMD diantaranya advokasi dan aksi penyeimbang pemerintah, menjalankan usaha bersama kelompok ternak, men-corporate-kan bisnis petani.

Metode yang menjadi andalannya adalah business to business antara petani, bank, dan pemerintah. “Kami tidak hanya sekedar mengutungkan diri kami sendiri, melainkan kami juga memberikan bagian bagi petani, bank, dan pemerintah,” ucapnya.

Berbeda pula dengan apa yang dikatakan oleh Dekan Fakultas Peternakan, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M. Sc.Agr. Dia menjelaskan bagaimana kedaulatan pangan dapat dicapai dan bagaimana peranan perguruan tinggi dalam berkontribusi dalam usaha mencapai kedaulatan pangan. Menurutnya, kedaulatan pangan dapat dicapai melalui upaya pelestarian dan pengembangan. Pelestarian ternak lokal unggul dan pengembangannya. Sedangkan peran perguruan tinggi adalah mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meskipun demikian, perguruan tinggi belum mampu dalam meningkatkan skala usaha petani. “Perguruan tinggi berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun belum mampu untuk meningkatkan skala usaha petani,” tukasnya.

Hal tersebut disampaikan saat Seminar Nasional “Optimalisasi pengembangan ternak lokal untuk menyokong kedaulatan pangan nasional dalam rangka BAMPI (Bulan Bakti Amal Mahasiswa  Peternakan Indonesia)”. Ada tiga pembicara pada acara tersebut yaitu Ali Rahman, Ketua BBPTU-HBT Baturraden, Eko Dodi Pramono, Ketua Asosiasi Sarjana Membangun Desa, dan Dekan Fakultas Peternakan Unsoed, Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M. Sc.Agr. Seminar dihadiri oleh mahasiswa peternakan yang berasal dari seluruh Indonesia yang tergabung dalam Ismapeti (Ikatan Senat Mahasiswa peternakan Indonesia). (Ludbizar)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.