Superglad: Rock Satukan Anak Muda

Oleh: Anita Rahmat

Satukanlah cinta kita..

Walau hati ini lelah..

Beranikan untuk jalani hidup..

Dari semua perbuatan kita…

Lagu Satu tersebut merupakan lagu penghujung pertemuan Superglad dan anak muda Purwokerto malam itu (22/2). Ya. Konser musik kampus yang diselenggarakan oleh Fame Production Jakarta terbilang cukup digemari. Hal ini terbukti meskipun gerimis sempat mengguyur Purwokerto jumat malam, ternyata tak menghalangi minat anak muda Purwokerto terutama mahasiswa Unsoed untuk menghadiri konser musik yang bertajuk Musik Kampus tersebut.

Konser musik yang merupakan rangkaian konser Musik Kampus yang diselenggarakan di UMP pada malam sebelumnya. Tentunya, target konser musik ini adalah mahasiswa yang nota bene adalah anak muda yang haus hiburan.

Suasana konser malam itu cukup membuat anak muda Purwokerto menikmati malam sabtu dalam hingar bingar konser. Tak luput dari pengamatan, segerombolan pemuda dan bahkan kami, Sketser (sebutan untuk anggota LPM Sketsa-red), pun bersama menyanyikan beberapa lagu yang dibawakan Superglad seperti Slam Dance, Tidurlah, Kisah Lama, Peri Kecil, Suara Hati, Aku Kira Aku Gila, Laki-Laki, Simpan Saja dan tentu saja, Satu.

Superglad adalah band yang berdiri di tahun 2003 dan beranggotakan Giox (bass), Buluk (Vocal-Rythem), Akbar (drum) dan Dadi (melody). Band asal Jakarta tersebut mencoba menekankan pada pesan moral yang disampaikan lewat beberapa lagu mereka sebelumnya. Superglad yang secara khusus saya temui mengatakan bahwa pada intinya pesan moral dalam lagu dan konser musik mereka malam ini adalah keinginan Superglad untuk menyatukan pemuda lewat lagu dan musik yang mereka usung. Aliran musik Rock sebagai arah band yang ngetop lewat lagu Menghianati Cinta ini adalah Rock bisa dinikmati siapapun dalam segala suasana apapun.

Pesan moral yang secara gamblang diingatkan untuk anak muda Purwokerto adalah ketika band tersebut menyanyikan lagu Ketika Setan Berteman. Diakui oleh Buluk dan Giox, lagu itu terinspirasi oleh kesalahan mereka dimasa lampau “ketika berteman dengan setan.” Kekhilafan tersebut, coba dituangkan dalam lagu yang mereka tujukan untuk mengingatkan anak muda bahwa gunakan waktu yang bermanfaat tanpa harus berteman dengan alkohol maupun drugs.

Ketika ditanya mengenai kontribusi pesan moral mereka buat mahasiswa, Buluk mengatakan bahwa Superglad mengharapkan bahwa lagu mereka bisa menjadi motivator bagi mahasiswa yang identik dengan sebutan young rebel. Bahkan Buluk berujar bahwa lagu Maju Terus menjadi soundtrack rekan-rekan mahasiswa dari Universtas Gunadharma dalam demonstrasi mengenai kelangkaan minyak tanah.

“Kita kaget banget ketika lagu Maju Terus digunain temen-temen Gunadharma untuk demo kelangkaan minyak tanah,” ujar Buluk yang ternyata salah satu penyiar radio ini. Namun, ketika ditanya kontribusi dalam dunia pendidikan mereka menyadari hingga saat ini belum membuat lagu yang berkontribusi buat pendidikan. Akan tetapi mereka telah berkontribusi untuk dunia olahraga ketika single Mari Bangkit menjadi lagu Sea Games di tahun 2004.

Suasana malam itu pun semakin berkesan, dalam akhir perbincangan dengan Superglad. Ketika ditanya pesan untuk anak muda Purwokerto, Giox menjawab “Pesen kita yaitu kalau habis berduaan ma (sama–red) pacar, jangan denger lagu slow. Coz bahaya-berteman dengan setan,” begitu selorohnya seraya diikuti tawa seluruh personil Superglad dan teman-teman dari Fame. Tentu saja, Superglad dan Rock-nya berusaha tetap mengajak Walk together dan Rock together.

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.