Seputar Geliat Pembangunan di Unsoed

Giat melakukan pembangunan. Itu yang tampaknya sedang dilakukan Unsoed. Sepanjang jalan Soeparno terlihat tiga proyek pembangunan gedung di kawasan kampus Unsoed. Diawali pembangunan gedung kuliah dan laboratorium ilmu gizi. Dan pada (24/09) Rektor Unsoed Prof. Edy Yuwono, P.hd. meresmikan pembangunan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) serta Laboratorium Pertanian pada acara peletakan batu pertama.

Pembantu Rektor 2, DR. Eko Haryanto selaku penanggung jawab bidang pembangunan menegaskan banyak proyek yang sedang dilakukan Unsoed. Antara lain, pembangunan gedung untuk Teknik Informatika di Purbalingga, pembangunan gedung kuliah di Fakultas Pertanian. Terakhir pembangunan gedung sayap kanan samping dekanat kedokteran.

Dana tiga proyek besar ini berasal dari rupiah murni. ”Anggaran Unsoed itu ada yang sumbernya dari pemerintah, ada yang sumbernya dari yang kalo bayar SPP,memang semuanya uangnya pemerintah. cuma yang SPP dimasukkan rekening rektor, yang namanya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) .kemudian yang rupiah murni itu langsung dari sana (Pemerintah pusat-red),” jelas Eko. Mekanisme pengajuan untuk mendapatkan dana Rupiah Murni, Unsoed mengajukan satu tahun sebelum tahun anggaran. “Untuk tahun anggaran 2012, kami sudah mengajukan pembangunan untuk HI Sastra Jepang, Geologi perikanan,” imbuhnya.

Dua puluh tiga milliar rupiah dana yang disiapkan untuk RSGM dan Labotorium Pertanian. Sementara untuk gedung ilmu gizi dan gedung sayap kanan kampus kedokteran kawasan Rumah Sakit Margono mencapai 14 milliar. “Rumah Sakit dan Laboratorium Pertanian itu satu paket, ilmu gizi dan Gedung sayap kanan di samping dekanat di margono sana juga satu paket,” tutur Eko saat ditemui di kantornya. Pembangunan RSGM dan Laboratorium Pertanian ini dilakukan oleh PT. Hutama Karya, sebuah kontraktor BUMN.

Keterlambatan.

Lain rencana, lain kenyataan. Pada laporannya di acara peletakan batu pertama Eko Haryanto menyebutkan pembangunan akan dilakukan selama 100 hari. Tetapi pada Kamis (10/11) saat tim Sketsa mengkonfismasinya Eko Haryanto mengatakan “Semua pembangunan gedung harus rampung Desember ini.” namun tidak dipungkiri olehnya keterlambatan pasti terjadi. “kemarin saya baru saja rapat dengan HK (PT. Hutama Karya-red) dan untuk rumah sakit baru bisa selesai dan siap guna pada Febuari 2012,” papar Eko ketika ditanya soal waktu selesainya pembangunan.

Perkiraan selesai dan siap fungsi sekitar Maret atau April. Semoga bisa lebih cepat. Yang penting sebelum ajaran baru sudah bisa difungsikan,” Sugeng, kepala proyek pembangunan RSGM dan Laboratorium Pertanian Sugeng juga menjelaskan untuk rumah sakit baru sekitar 12 persen pengerjaannya dan laboraorium pun tak jauh berbeda.   Keterlambatan ini disebabkan kendala cuaca dan mundurnya kontrak.

Menurut pengamatan Sketsa. Gedung ilmu gizi yang pengerjaannya lebih dahulu pun akan mengalami keterlambatan. Proses pembangunan gedung baru mencapai tahap berdiri saja. Sambil menunggu rampungnya pembangunan, sementara Jurusan Ilmu Gizi menggunakan gedung C FKIK dan untuk praktikum masih menggunakan laboratoium Kesmas.

Rumah Sakit Gigi dan Mulut

RSGM ini adalah wujud pengabdian masyarakat yang dilakukan Unsoed,” Prof. Edy Yuwono, P.hd dalam sambutannya pada acara Peletakkan Batu Pertama Pembangunan RSGM dan Laboratorium Pertanian.Acara ini dihadiri pula oleh Bupati Banyumas, Drs. Mardojoko. MM. Mardjoko berharap RSGM dapat dibuka untuk umum sehingga dapat meningkatkan taraf kesehatan gigi dan mulut warga Banyumas. Sulitnya mencari spesialis gigi dan mulut sekarang sudah terjawab.

Dilansir dari Tempo Interaktif Senin, 12 September 2011 Kementerian Kesehatan berencana menambah 12 Rumah Sakit Gigi dan Mulut di sejumlah Fakultas Kedokteran Gigi yang ada di seluruh Indonesia. Menurut Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Kesehatan, Kementerian Kesehatan Bambang Sugiyanto dari 26 Fakultas Kedokteran Gigi dan Mulut baru 14 fakultas yang memiliki rumah sakit sendiri. RSGM yang dimiliki Unsoed ini merupakan pertama di Purwokerto dan Jawa Tengah.

Selain untuk poliklinik dan tempat pratek, rumah sakit yang akan dibangun empat lantai ini juga menjadi syarat akreditasi bagi KG. KG yang baru berdiri tahun 2008 belum terakreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. “Kasian lulusan kita kalau belum terakreditasi,” ungkap Pembantu Rektor 2 saat menyampaikan laporan pada acara peletakan batu pertama.

Bagi Nurina Habsah, mahasiswi Kedokteran Gigi angkatan 2009 yang juga anggota Dewan Legastif Mahasiswa KG, RSGM dan akreditasi mempunyai arti penting. “Penting, karena buat di dunia pendidikan lah, kalo ga ada akreditasi entar dikira les-lesan.. haha,” pungkas Nurina setengah bercanda. “Tanggapannya ya positip banget, apalagi buat angkatan 2008 yang mau co ass. Kalo belum ada rumah sakit nanti terpaksa harus co ass di RSGM di kota lain,” tambahnya.

(Ubaidillah) Reporter : Joko, Cipto dan Ucup

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.