Pelantikan Rektor Baru Unsoed Tunggu Arahan Menristekdikti

Prof. Wardhana saat ditemui di Gedung Lembaga Pengembangan Teknologi  dan Sistem Informasi (LPTSI) Unsoed (25/4). Foto: Fahry Ammar Maulidian.

PURWOKERTO—Pelantikan rektor terpilih Unsoed periode 2018-2022 masih belum bisa dipastikan waktu dan tempat pelaksanaannya. Prof. Wardhana selaku Ketua Panitia Pemilihan Rektor (Pilrek) Unsoed 2018-2022 menerangkan bahwa pelantikan rektor bisa saja dilaksanakan sebelum berakhirnya masa kerja Rektor Petahana Achmad Iqbal pada 28 April ini, ataupun setelah masa kerjanya usai.

“Nanti terserah dari Kementerian (Ristekdikti-red) mau dilaksanakan pelantikan (rektor Unsoed) sebelum 28 April atau sesudahnya,” jelas Prof. Wardhana.

Konsekuensinya, Prof. Wardhana mengatakan, jika pelantikan rektor dilaksanakan setelah berakhirnya masa kerja Achmad Iqbal, maka Kemenristekdikti akan mengeluarkan surat keputusan perpanjangan masa jabatan Rektor­ Petahana sampai berlangsungnya pelantikan rektor terpilih.­

Terkait tempat pelantikan rektor, Prof. Wardhana juga belum bisa memastikan. “Pelantikan dapat di Purwokerto atau di Jakarta. Di Jakarta seperti Pak Iqbal, rektor yang lama, itu kan bareng dengan rektor lain, ada empat (rektor-red) perguruan tinggi yang dijadikan satu hari pelantikan. Lah ini besok enggak tahu apakah mau sendirian (di Purwokerto-red) atau serentak (di Jakarta-red),” begitu ucapnya. Penetapan te­­mpat pelantikan rektor masih menunggu arahan serta keputusan dari Menristekdikti.

Jabatan Ketua Senat dan Ketua LPPM

Sebelum terpilih sebagai rektor Unsoed periode 2018-2022 pada Selasa (24/4) lalu, Prof. Suwarto masih menjabat sebagai Ketua Senat Unsoed dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed. Setelah nanti Prof. Suwarto telah resmi dilantik menjadi rektor Unsoed, jelas Prof. Wardhana, maka kedua jabatan itu akan diisi sesuai tata organisasi masing-masing lembaga.

“Berarti nanti setelah pelantikan (rektor-red), ada pelimpahan ketua senat, ada pelimpahan ketua LPPM, atau pemilihan lagi ketua senat yang baru. Itu nanti ada rapat senat tersendiri,” ungkap guru besar Fakultas Peternakan Unsoed itu.

Saat ditanya soal apakah perubahan ketua senat akan mempengaruhi struktur lembaga senat secara keseluruhan, Prof. Wardhana menerangkan bahwa struktur ke bawah tidak terpengaruh, karena sudah ada SOTK (Sistem Organisasi dan Tata Kerja) di Unsoed. Perubahan hanya terjadi di tingkat pimpinan.

Hasil Suara Pilrek

Agenda Pilrek Unsoed telah terlaksana melalui rapat senat tertutup pada Selasa (24/4). Prof. Suwarto keluar sebagai rektor terpilih dengan perolehan 60 suara, mengungguli dua pesaingnya, Agus Nuryanto yang memperoleh 1 suara, dan Prof. Mas Yedi Sumaryadi yang mendapat 28 suara. Total ada 89 suara, dengan rincian 58 suara anggota senat Unsoed dan 31 suara kuasa Menristekdikti.

Sedianya total anggota senat ada 61 anggota, tetapi hanya 58 anggota senat yang hadir dalam rapat senat tertutup. Hal tersebut dikarenakan belum lama ini ada satu anggota senat yang meninggal dunia, yakni Prof. Sri Suhermiyati. Sementara dua orang anggota senat berhalangan hadir sebab sedang berada di luar kota.

Jadwal agenda Pilrek Unsoed pun baru diinformasikan Kemenristekdikti sehari sebelum dilaksanakannya agenda. “Ternyata ada dua (anggota senat-red) yang enggak bisa hadir karena ke luar kota,” terang Prof. Wardhana. (Fahry Ammar Maulidian)

Editor: Yoga Iswara Rudita Muhammad