Long March dan Lempar Koin untuk Pertanian Indonesia

PURWOKERTO-Puluhan mahasiswa dari Fakultas Pertanian mengadakan aksi di depan kantor Pusat Administrasi Unsoed. Aksi ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Pertanian (GEMPPA) mengajukan dua tuntutan, yakni pemerintah daerah harus mendukung penuh investasi pada sektor agroindustri yang berbasis kearifan dan sumber daya lokal, dan pemda harus menghentikan kegiatan alih fungsi lahan pertanian produktif ke lahan non pertanian.

Prayoga, koordinator lapangan aksi, mengatakan aksi bertujuan menginformasikan dan menyampaikan aspirasinya kepada pemerintah. Pemerintah diminta lebih memperhatikan kepentingan para petani dan mengembalikan fungsi lahan pertanian. Konstitusi Indonesia pasal 33 UUD 1945 dan UUPA No. 5 Tahun 1960 telah mengamanatkan demikian.

Aksi dilakukan Senin (26/09) lalu ini, dikawal pihak kepolisian. Berdasarkan konfirmasi yang diperoleh Sketsa, pengawalan dilakukan agar aksi berjalan sesuai tujuan tanpa adanya kepentingan lain dari pihak luar. Aksi ditutup dengan pelemparan uang koin oleh para peserta. Lempar koin menggambarkan realita keadaan lahan pertanian Indonesia. Khususnya di wilayah Banyumas sendiri, yang telah beralih fungsi dari lahan pertanian menjadi lahan bisnis para investor. (Ratna)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.